Lima Jenderal Berebut Tahta

Lima Jenderal Berebut Tahta
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Viva)
2 minute read

“Bahwa politik tentara adalah politik negara, politik TNI adalah politik negara. Loyalitas TNI adalah loyalitas negara,” tutur Presiden Jokowi.


PinterPolitik.com

[dropcap]C[/dropcap]eritanya tak lagi sama antara dahulu dengan era kekinian. Awalnya, pengambilan jabatan strategis di ranah sipil oleh para pihak militer menjadi salah satu solusi.

Namun, kini nuansa itu tak terlalu seperti dahulu.

Kiranya karena apa ya? Untuk era kekinian, ‘gigi’ calon kepala daerah dari kalangan sipil dan militer cenderung sama. Tak ada daya tarik seperti dahulu. Jadi buat apa sebenarnya para Jenderal ini masuk ranah politik praktis? Weleeeeh weleeeeh

Panggilan kemanusiaan atau ada yang bisiki? Hmmm, siapa tuh? Kalau ga tokoh penting ya pasti partai politik. Digoyang teruss, ayolaaah maju di Pilgub, Pilwalkot atau Pilbup. Weleeeeh weleeeeh

Pasalnya lima Jenderal TNI/Polri ini masih aktif dan bahkan punya jabatan strategis sekali. Alhasil, apakah popularitas sebagai petinggi TNI/Polri bisa mengantarkan masyarakat mau memilihnya di kontestasi politik nanti? Entahlah, tak ada yang menjamin.

Pertama, Edy Rahmayadi, Pangkostrad sekaligus Ketua Umum PSSI yang menyatakan kesiapannya maju di Pilgub Sumatera Utara. Hmmm, jabatannya banyak juga ya. Weleeeh weleeeeeh

Sedang empat jenderal lainnya, sepertinya sih cuma mau sambil menyelam minum air. Pasalnya, mereka diuntungkan karena sempat menjabat sebagai Kapolda. Jadi jabatan ini diperkirakan akan memuluskan jalannya menjadi Kepala Daerah.

Jadi kepala polisi daerah aja sudah, nah kini saatnya jadi kepala daerah weleeeeh weleeeeh

Kapolda dan mantan Kapolda mana aja yang akan  maju menjadi Kepala Daerah? Mereka adalah para perwira yang sempat berkuasa di Kalimantan Timur, Jawa Barat, Maluku, dan Sumatera Utara.

Hebatnya, biasanya tren militer yang terjun politik biasanya sih para petinggi TNI/Polri yang akan memasuki pensiun. Kalau sekarang lebih unik, sebab kelima Jenderal ini masih aktif dan punya jabatan strategis. Hmmm, nanti dikira haus jabatan lagi wkwk.

Kira-kira motivasi dan latar belakang apa ya yang dapat menggoyah para prajurit untuk masuk menjadi pemimpin di ranah sipil?

Jenis lobby partai politik bagaimana ya yang digunakan? Kok bisa sukses mendorong para petinggi TNI/Polri tersebut masuk jadi petarung di Pilkada? Weleeeh weleeeh. (Z29)