Komitmen Jokowi Diuji Lagi

Jokowi Pilkada langsung
Presiden Jokowi (Foto: Reuters)
3 minute read

“Oh janjiku, kan ku ikuti kata hatiku,” – Gigi, Janji


Pinterpolitik.com

Perbincangan soal Pilkada langsung dan tak langsung sepertinya tengah terus dibahas. Kalangan partai politik sepertinya lebih cenderung kepada Pilkada tak langsung, sementara kelompok masyarakat sipil tak ingin demokrasi kalah sehingga cenderung pada Pilkada langsung.

Perdebatan wacana ini sebenarnya cukup bikin gelisah beberapa pihak. Soalnya lumayan membingungkan kok tiba-tiba ada wacana untuk mengambil kebebasan rakyat  untuk memilih pemimpin langsung. Rasanya kok seperti mundur gitu loh, dari capaian demokrasi negeri ini.

Makanya, perlu ada pernyataan tegas dari tokoh dengan reputasi tinggi untuk menegaskan komitmen negeri ini kepada demokrasi. Nah, akhirnya ada pula pernyataan seperti ini yaitu ketika Presiden Jokowi punya suara terkait Pilkada langsung.

Kalau kata staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Fadjroel Rachman, Presiden Jokowi menyatakan bahwa sikap pemerintah tetap mendukung Pilkada melalui pemilihan secara langsung. Katanya, Pilkada langsung ini merupakan cerminan kedaulatan rakyat dan sejalan dengan cita-cita Reformasi 1998.


Sebagai tambahan, Istana juga menyebut kalau evaluasi yang akan dilakukan adalah untuk teknis penyelenggaraannya, bukan untuk sistemnya itu sendiri.

Woohoo, akhirnya ada juga wacana dari elite politik kita yang berpihak kepada kedaulatan rakyat. Mantap. Kan Pak Jokowi sendiri adalah produk dari Pilkada langsung baik di tingkat kota maupun provinsi, jadi ya komitmennya pada demokrasi sudah tak diragukan lagi ya.

Eits, tapi tunggu dulu nih. Pak Jokowi ini sebelumnya pernah juga menenangkan masyarakat dengan memberikan pernyataan yang berpihak kepada mereka. Hal ini terjadi misalnya ketika terjadi polemik soal Perppu KPK.

Waktu itu, Pak Jokowi sempat menyebutkan kalau dirinya mempertimbangkan akan menerbitkan Perppu KPK. Masyarakat yang anti-korupsi jelas happy dong dengan pernyataan ini, sehingga mereka jadi sangat berharap Perppu akan terbit.

Baca juga :  Ujian Ketabahan Fachrul Razi

Sayangnya, Pak Jokowi ternyata memiliki sikap berbeda di kemudian waktu. Mantan Wali Kota Solo ini justru malah menyatakan kalau dirinya tidak akan menerbitkan Perppu KPK. Secara otomatis, harapan masyarakat yang mendamba pemberantasan korupsi jalan terus jadi sirna.

Nah, dari hal itu, masyarakat sepertinya perlu mengawal terus pernyataan dari Pak Jokowi ini. Iya, memang Pak Jokowi ini produk demokrasi langsung, dan punya komitmen terhadap demokrasi. Tapi kan pembisik Pak Jokowi belum tentu punya komitmen serupa. Makanya Pak Jokowi perlu dijagain.

Semoga aja Pak Jokowi bisa tetap kuat ya komitmennya pada demokrasi sehingga perkara Pilkada langsung dan tak langsung ini bisa diputuskan sesuai dengan kedaulatan masyarakat. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.