Kenapa sih RUU PKS Salah?

ruu pks
Demo penolakan RUU PKS. (Foto: Kiblat)
3 minute read

“Keadilan bukan barang dagangan. Jangan ditawar!”


PinterPolitik.com

[dropcap]L[/dropcap]aki-laki di negeri ini suka bilang, kalau perempuan selalu benar. Mantanku yang udah-udah juga suka bilang begitu kalau lagi debat. Kenapa, sih?

Lagian siapa bilang perempuan selalu benar? Toh, kalau jadi korban pemerkosaan tetap yang disalahkan perempuan. Kamu kenapa keluar malam-malam? Siapa suruh nggak pakai hijab? Kamu sih suaranya mengundang nafsu. Hmmm... mohon maaf, lalu perempuan harus ngeluarin suara macam apa biar nggak mengundang birahi lelaki? Masa harus menggonggong seperti anjing?

Yang lebih konyolnya lagi begini. Udah jadi korban pemerkosaan, harga diri sudah terkoyak-koyak, merasa tidak suci lagi, marah, kesal, ehhh, tahu-tahu ditanya, “waktu kamu ‘digituin’ merasa enak nggak? basah nggak? Terus kenapa kamu nggak teriak aja?”

Weleh, lantas kalau teriak, terus pelaku panik dan melakukan hal yang membahayakan nyawa gimana? Ckckckck… Sungguh mengerikan jadi perempuan di negeri ibu pertiwi ini. Macam lagunya Raisa, semua serba salah…

Gimana ya, nggak ngadu, penjahatnya keenakan, tapi kalo ngadu, malah dapat pelecehan baru. Ya, kan? Belum lagi yang diaduin nggak terima, dan malah menuntut balik si korban. Kenapa? Karena kita belum punya undang-undang yang bisa melindungi korban kekerasan seksual.

Nggak kok, perempuan nggak selalu benar. Apalagi perempuan korban kekerasan seksual... Click To Tweet

Makanya seneng banget aku tuh, waktu muncul Rancangan Undang-Undang Perlindungan Kekerasan Seksual. Ku harap undang-undang ini bisa membuat para korban kekerasan lebih berani untuk speak up, bisa mengakses keadilan dan juga pemulihan. Ahhh, RUU PKS itu benar-benar bagai es teh manis di tengah-tengah gurun pasir. Sungguh melegakan…

Hmmm, tapi aku bingung, ketika korban-korban kekerasan seksual berjatuhan setiap hari tanpa henti, ketika ada banyak korban depresi karena tidak mendapatkan perlakuan yang adil, kenapa masih ada aja segelintir orang yang malah menolak RUU PKS tersebut? Nggak segelintir deng, banyak. Tercatat sudah ada 195.415 yang menandatangi petisi penolakan RUU PKS. Kenapa?

Mereka bilang, RUU ini melegalkan LGBT, seks bebas, dan aborsi. Hellooo, mohon kurangi asupan mecin dan perbanyaklah membaca. Di RUU tersebut nggak tertuang hal-hal yang ditakutkan itu kok. Nggak ada!

RUU PKS ini ingin mencegah agar tidak ada lagi anak-anak yang dipaksa menikah oleh orang tuanya, sehingga kehilangan masa berharganya sebagai anak-anak. UU ini juga ingin memastikan agar korban kekerasan seksual bisa mendapatkan perlindungan hukum yang layak. Intinya, RUU ini dibuat untuk kemaslahatan bersama. Bukan untuk merusak moral. Apa lagi merusak cintaku padamu. Nggakkk~

Untuk menyetujuan RUU PKS, kita nggak harus jadi seorang liberal, feminis, atau LGBT loh. Suwer deh. Kita hanya perlu jadi orang yang peduli aja. Ya, kita setuju karena kita peduli. Just it. Tolong pengikut Bu Maimon, pikirannya buka sitik josss! (E36)