Kemenkeu Eksekusi Pemda Nakal

Kemenkeu Eksekusi Pemda Nakal
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. (Foto: Istimewa)
2 minute read

“Janji adalah utang. Jadi kalau banyak utang bayarlah dengan janji – janji.”


PinterPolitik.com

[dropcap]N[/dropcap]amanya utang sampai kapanpun harus dibayar. Catat, kapanpun. Tapi asal jangan kapan – kapan aja ya hehehe.

Nah ternyata utang itu bukan ada dalam keseharian individu aja. Ternyata Pemerintah Daerah (Pemda) pun masih punya utang yang menunggak bertahun-tahun lamanya. Malu ga sih? Weleeeh weleeeh

Emang tunggakan apa? Hmmm, uang dana iuran jaminan kesehatan yang harusnya dibayar ke BPJS. Hmmm hayolooh pasti ditagih.

Jadi kapan mau bayar? Weleeeh weeleeeh Pertanyaannya maut banget wkwk.

Pemda pasti pada linglung kali ya dan memikirkan bagaimana ya strategi dan caranya biar ga bayar utang dulu, kan kebutuhan yang lain masih banyak. Hehehe ngeles aja nih.

Ga tau juga uangnya ada atau engganya weleeeh weleeeh kemana ya tuh uangnya hayoooo.

Berhubung BPJS masih membutuhkan uang iuran jaminan kesehatan, hal ini otomatis membuat BPJS menagih utang kepada Pemda. Tapi, kok malah tak ada sikap kooperatif ya. Hmm, ada apa kira – kira?

Lah kalau utangnya sedikit mah lupain aja sih. Itung – itung ketipu wkwkwkwk

Ya ga  bisa lah, jumlah tunggakan nya aja Rp 1,3 triliun. Weleeeh weleeeh duit banyak itu hahahaha.

Bahkan, tunggakannya masih pake nama Askes terhitung dari 2004 – 2017. Wow pantesan banyak. Bertahun – tahun lamanya. Heuh. Untung ga pake bunga-bungaan wkwkwk.

Ga manjur juga langkah BPJS dan akhirnya BPJS ngadu kepada Kementerian Keuangan. Gimana caranya bisa menutupi defisit, putar otak, putar otak, terrrrr… puterrrr

Akhirnya Kementerian Keuangan punya jurus jitu agar Pemda mau bayar tunggakannya. Weeeww apaan tuh? Ah, palingan nanti pada nakal ga mau bayar, weleeh weleeh

Tapi kalo katanya sih mau gak mau mereka pasti bayar, bahkan tanpa Pemda sadari dia sudah membayar tunggakannya. Kok bisa? Sangat magis sekali, weleeeh weleeeh

Jurusnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dikirimkan untuk Pemda langsung dipotong utang, jadi ada pemangkasan.

Weleeeh weleeh sabar ya, nakal sih wkwkwk (Z19)