Justice Collaborator, ‘Akal-Akalan’ Setnov?

Justice Collaborator, ‘Akal-Akalan’ Setnov?
Setya Novanto. (Foto Istimewa)
2 minute read

“Apa yang ingin kuketahui bukan tentang jalan pintas, tapi bagaimana untuk melalui jalan yang sulit dan curam.”


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]erjalanan Setya Novanto (Setnov) belum berakhir. Walau kini sudah bugar dan berani tampil karismatik di setiap sidang kasus korupsi KTP-el, tapi itu bukan pertanda kepasrahan Setnov.

Justru Setnov memberikan tanda bahwa akan ada segmen baru didalam dramanya nanti. Ga ada kapoknya ya, weleeeeh weleeeh.

Lah kan, katanya Setnov sudah nyaman dengan kondisinya sekarang? Dibalik jeruji besi tindak pidana korupsi.

Ah, apalagi sih yang mau dilakukannya? Sudah ikuti saja proses hukumnya, ngapain sih mau buat drama lagi, weleeeeh weleeeeh.

Akankah drama komedi politik kembali terulang? Bisa iya, bisa juga tidak. Entahlah. Tapi ternyata cenderung akan memungkinkan Setnov untuk mengambil jalan pintas dalam menggapai drama terbarunya.

Hadeuuuuh, masyarakat sudah adem ayem tak gusar melihat tingkah Setnov, eh sekarang malah mau ngutak-ngutik lagi. Weleeeeh weleeeh.

Emang drama apa sih yang mau dipertontonkan Setnov? Ya kali ada semacam trailer-nya dulu gitu, seperti di film – film weleeeh weleeeh.


Intinya adalah Setnov bisa cepat bebas dari penjara. Entah langsung bebas atau mendapat potongan masa kurungan. Waduh, Setnov mau mencoba ‘kesaktiannya’ lagi? Wedeeewww masih berani emangnya?

Setya Novanto beserta penasihat hukumnya berpotensi menjadikan Setnov sebagai justice collaborator? Hmmm, walaupun penasihat hukumnya belum memastikan, siap – siap saja drama teranyar Setnov akan kembali dimulai.

Terus kalau misalkan dalam waktu yang dekat ini Setnov bisa bebas, apakah ia akan kembali ke DPR RI atau Partai Golkar?

Atau memang agenda Setnov itu untuk menyeret sesama ‘kolega’ yang dulu bersama – sama mempermainkan proyek KTP-el? Entahlah.

Justice Collaborator menjadi jalan pintas Setnov untuk menghirup udara bebas. Semoga jalan pintasnya itu tidak buntu ya.

Kalau buntu kan harus balik lagi, kemana? Ke hotel prodeo yang dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Masih sanggupkah Setnov? Weleeeh weleeeh. (Z19)