Jokowi – Prabowo ‘Kehausan’?

Jokowi - Prabowo 'Kehausan'?
Jokowi dan Prabowo Subianto. (Foto: Tribunnews)
2 minute read

“Sumur yang bening tidak akan mencari timba. Begitulah semestinya kita berlaku, tidak menyia-nyiakan waktu untuk mencari jabatan.” ~ Khrisna Pabichara


PinterPolitik.com

Kepemimpinan bukan perkara jabatan, tapi soal menjawab persoalan, seraya menebarkan harapan.

Hal ini menjadi tamparan keras bagi aktor perpolitikan tanah air yang semakin hari semakin transaksional dan miskin konsepsi kemajuan.

Apalagi dalam momentum politik, rasanya pertarungan ide dan gagasan menjadi hal yang usang dan tak laku lagi. Kini yang laku adalah politik grosir alias comot pimpinannya, anak buahnya sepaket ngikut semuanya, weleeeeh weleeeeh.

Kabarnya santer terdengar tapi masih sayup-sayup sih, entah benar atau tidak. Pertarungan Pilpres 2019 katanya sedang dikompromikan, apalagi ada isu muncul rekonsiliasi politik antara Jokowi dan Prabowo.


Nah loh, kalau Jokowi dan Prabowo bersatu, mereka memang mau lawan siapa? Sebegitu beratnya kah lawannya, sampe kedua tokoh itu menyatukan kekuatan?

Hadeuuuhh, ataukah mungkin hal ini dilakukan Jokowi supaya bisa menang lancar, hmmm, bisa juga sih.

Mau bersatu atau bertarung itu sih sama aja, tapi dengan catatan semuanya harus sehat. Jangan sampe kalau dua tokoh itu bertarung, nantinya malah negeri kita ada dikotomi lagi.

Apalagi kalau bersatu, harus bener – bener sehat. Karena kabarnya, bersatunya dua tokoh itu ada aroma politik transaksional. Hadeuuuhhh, level tingkat nasional mainnya masih begini, ampun dah ah.

Dua tokoh ini ga ada capek-capeknya ya, mempertahankan atau merebut jabatan. Jokowi sibuk sendiri buat mempertahanin jabatannya, apapun cara dipakai termasuk melobi lawan politiknya.

Yang satunya juga begitu, Prabowo juga ga ada capeknya pengen rebut jabatan. Ampun dah jabatan dicari – cari, begini banget ya, weleeeh weleeeeh.

Daripada tersita waktu gara-gara jabatan Presiden doang, mendingan dua tokoh itu ngaca deh, dulu pas masih jadi rakyat biasa pernah ga ngasih kontribusi manfaat untuk rakyat secara tulus?

Pernah atau engganya itu terlihat kan dari dampak yang terjadi sekarang. Kalau bener-bener pernah sih yakali rakyat ga milih jadi Presiden. Untuk jadi Presiden urusan gampang lah itu, weleeeeh weleeeeh.

Tapi kalau belom pernah, wajar kalau Jokowi kesusahan mau mempertahankan posisinya kalau mau naik lagi jadi Presiden. Dan Prabowo juga begitu, wajar terseok-seok ngincer Presiden doang.

Kalau menurut Khrisna di atas, sumur bening ga akan nyari timba. Soalnya, mana mungkin sumur bening didiemin aja, pasti bakal dicari orang yang haus kan. Makanya, Jokowi dan Prabowo itu harus jadi sumur beningnya, jangan malah jadi orang hausnya, hadeuuuhhh. (Z19)