Jokowi Menatap Perang Sosmed

jokowi kalah
Jokowi. (Foto: Istimewa)
2 minute read

“Modernisasi pada akhirnya memang suatu permainan kekuatan. Ada yang tergusur, ada yang menggusur. Ada yang menang, ada yang telantar lemah.” ~Goenawan Mohamad


PinterPolitik.com

Apa yang akan terjadi jika tidak ada media sosial di dunia ini? Ahhh, mungkin hidupku akan sangat hampa. Nggak bisa update Mimi Peri sedang apa, nggak bisa tahu tutorial makeup ala Kekeyi Putri, dan nggak bisa ngikutin masa tumbuh kembang Gempita. Hmmm…

Tapi kenapa ya, di saat pakai sosmed sedang nikmat-nikmatnya, ehhh, banyak orang kena Undang-Undang ITE, kayak Ahmad Dhani, Buni Yani, dan yang lagi heboh banget sekarang, Rocky Gerung. Terus, kok yang ditangkap orang-orang yang mengkritik pemerintah lewat sosmed?

Seinget eike, dulu itu Presiden Joko Widodo bisa hit, terkenal, sampai menang di Pilgub DKI 2012 dan Pilpres 2014 karena eksis di sosmed deh. Dulu siapa aja ngomongin Pakde di sosmed, ya nggak di Twitter, Facebook, sampai Instagram. Mantap pokoknya. Tapi kenapa sekarang kok kesannya jadi agak garang ke orang-orang di sosmed?

Selow aja Pakde, biar nggak dibilang grasa-grusu... Click To Tweet

Dalam dunia politik, dampak penggunaan sosmed emang canggih banget. Contohnya aja Donald Trump. Dengan ketangkasan dan kelihaian timnya dalam menguasai media sosial, doi bisa mengalahkan Hillary Clinton yang lebih dekat dengan media mainstream kala itu. Padahal, Trump hampir selalu kalah dalam berbagai survei atas Hillary. Keren, kan?


Kalau melihat survei di sosmed belakangan ini, performa Pakde emang gak terlalu menggembirakan sih. Ku ingat banget, Center of Strategic and International Studies (CSIS) pernah merilis hasil survei yang dilakukan di Twitter, Path, dan Instagram, semuanya dimenangkan oleh Prabowo Subianto. Bahkan, di akun instagram Pinter Politik, Pakde juga selalu kalah. Ish, ish, ish, ada apa gerangan?

Baca juga :  Di Balik Izin Obat Terawan

Lebih dari itu, kalau tim sosial media Pakde kuat, kan bisa tuh bantu menangkis kritik-kritik yang sering bikin kuping Pakde panas. Jadi opini publik juga nggak melulu mikir 2019 ganti presiden gitu. Hehehe.

Ehhh, tapi Pakde juga jangan sampai lupa untuk menasihati timnya, ya. Jangan sampai ikut kena UU ITE. Suruh bikin konten yang bisa mengguna-mengguna masyarakat, bukan yang bikin emosi apalagi berantem. (E36)