Jokowi ‘Dukung’ Anies Baswedan?

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: Chirpstory)
2 minute read

“Mereka datang memberi tanda, memacu efek latah dukungan suara,” – Najwa Shihab


PinterPolitik.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan hanya bisa tertegun dengan tatapan kosong saat Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi Ibukota Indonesia yang akan berpindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Bahkan, Anies sempat beranjak dari tempat duduknya , namun akhirnya duduk kembali karena gak enak dengan tokoh-tokoh yang lain, weleeeh weleeeh.

Mungkin Anies gak pernah kebayang, apa mungkin alasan pemindahan Ibukota ini karena PDI Perjuangan kalah di Pilkada DKI Jakarta ya? Waduh, nyesel ya ngalahin Ahok kemarin? Heleeehh.

Ehmmm, mungkin juga sih, soalnya tahun 2013 lalu sempat ada juga isu beredar mau pemindahan Ibukota, Jokowi dan Ahok yang kala itu masih Gubernur dan Wakil Gubernur DKI memberi kesan penolakan, tapi kok sekarang malah mau dipindahin beneran pas jadi Presiden?


Heleeeh, kayaknya bener deh, Anies mau digerogoti elektabilitasnya, yahhh supaya gak terlalu jadi sorotan, Jakarta keras, bro, weeleeeh weleeeh.

Tapi kalau dipikir-pikir kan Anies bukan sepenuhnya musuh politik, Anies sendiri malah dulunya juru bicara Jokowi pas Pilpres 2014, ehmm, teman jadi lawan, lawan jadi kawan.

Coba liat aja gestur Pak Jokowi pengumuman Ibukota, ia salaman agak lama dengan Anies sementara dengan pejabat lainnya sebentar banget.

Selain itu Jokowi juga meyakinkan Anies kalau pemindahan Ibukota bukan karena ia gagal. Mas Anies, bukan salahmu kok? Huhuhuu.

Bahkan, Jokowi menegaskan dalam beragam kesempatan bahwa Anies gak salah kok,  tuhkan, Anies jangan terlalu baper makanya, heleehhh.

Tapi kok Jokowi menjaga perasaan Anies banget, ada apa ya? Ehmmm, jangan-jangan, kalo setelah Jokowi lengser 2024 nanti Anies lah yang bakal diproyeksikan jadi Presiden selanjutnya?

Baca juga :  Nasib Ruang Publik di Tangan DPR

Weeeeiitss, ini namanya Jokowi merawat generasi, walaupun hal yang dilakukan Jokowi sekarang bikin gak enak hati Anies, tetep aja Anies harus dijagain terus, hayoooloohhh, dilema ya, ehmmm.

Wedeww, kalo secara semiotik sih bisa aja ini dicocoklogikan, heleeeh, apalagi ngeliat bahasa tubuh antara Jokowi dan Anies saat pengumuman kemarin, kayak Bapak yang mau ngelepasin anaknya berangkat study tour, harap-harap cemas gimana gitu, hadeuuuhhh, weeleeeh weleeeh. (Z19)