Jokowi Bakal Reshuffle Terawan?

Jokowi Bakal Reshuffle Terawan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (kiri) dan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto di Istana Merdeka, Jakarta, ketika memberikan keterangan pers terkait dua kasus positif Covid-19 pertama pada awal Maret 2020 lalu. (Foto: Antara)
3 minute read

“Genius is one percent inspiration, ninety-nine percent perspiration” – Thomas Alva Edison


PinterPolitik.com

Pasti kalian sudah tau dong, bahwa dari kemarin sampai saat ini masih trending banget berita yang berkaitan dengan kondisi Istana. Ya iya dong, tentu trending.

Lah, bayangin, cuy. Seorang presiden sampai marah – bahkan sampai seekspresif itu dalam meluapkan kekesalannya. Kalau kalian tidak percaya, coba amati gestur tubuh presiden dalam video yang diunggah di akun Facebook beliau.

Kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini diluapkan kepada para menteri dan pimpinan lembaga negara lantaran tidak maksimal dalam bekerja di tengah pandemi  Covid-19. Sebenarnya, kemarahan tersebut diluapkan saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 18 Juni lalu.

Tapi, ya, gak tahu kenapa kok baru diunggah. Mungkin salah satu alasannya biar publik mengetahui bahwa presiden sudah bekerja keras dan saat ini sedang jengkel sama bawahannya.

Lebih jauh dari itu, kalau melihat kemarahan tersebut, kelihatannya Pak Presiden memang sudah sangat tidak puas dengan kinerja kabinetnya ya. Terlebih, jika kita amati secara saksama, memang bisa dilihat bahwa jajaran kementerian semenjak Covid-19 merebak di Indonesia belum menunjukkan kinerjanya yang apik dan belum ada gearakan-gebrakan kebijakan gitu.

Padahal kan, ini dalam kondisi pandemi. Terlebih jurang resesi ekonomi sangat lebar. Hadehhh.

Saking gedeknya sama kabinetnya, presiden sampai beberapa kali mengatakan bahwa dia sudah memikirkan langkah terburuk yaitu ada lembaga yang akan dibubarkan jika memang lembaga tersebut tidak efektif dalam kinerja. Bahkan, jika memang diperlukan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) ya tidak masalah dan akan dibuatkan.

Nah, sebenarnya, ada nih yang menarik dari kalimat yang diomongkan beliau, yaitu doi sudah berencana melakukan reshuffle. Sebentar nih, biasanya, reshuffle itu dilakukan dengan diam-diam loh. Kalau sudah seperti ini, berarti memang kemarahan beliau sudah di ubun-ubun ya, gengs.

Coba tebak siapa yang bakal di-reshuffle. Kalau kalian cermat, sebenarnya ada sebuah diksi yang menyoroti kinerja salah satu kementerian, yaitu Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bahkan, presiden menyentil Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto yang hanya melakukan penyerapan anggaran sekitar 1,53 persen dari total anggaran yang dicanangkan untuk Covid-19 ini, yaitu Rp 75 triliun.

Wahh, padahal kan seharusnya diperlukan penyerapan besar ya, gengs. Tujuannya, selain agar ada penanganan dan pengendalian persebaran virus, yaitu untuk memberikan insentif bagi para tenaga medis. Bagaimana pun juga, Presiden Jokowi udah berjanji begitu.

Sabar Bapak Presiden, jangan terbawa emosi ya. Soalnya, kalau terbawa emosi, nanti kinerjanya malah kurang optimal loh.

Mungkin salah satu faktor kenapa Presiden Jokowi menyoroti Menteri Terawan karena dulu seakan doi mengatakan bahwa Covid-19 ini gak bahaya. Bahkan, dulu doi mengatakan bahwa flu biasa lebih bahaya daripada Covid-19.

Ehh, semakin ke sini kelihatan kan, bahwa ini bukan virus biasa. Duh, apa jangan-jangan dulu Pak Terawan hanya pengen melegakan hati Pak Presiden? Jadi, seakan-akan asal bapak senang alias ABS gitu. Upsss.

Duh, mimin jadi penasaran nih apa pertimbangan Presiden Jokowi dulu memilih Pak Terawan sebagai menteri di kabinetnya. Terlebih, dulu kan doi sempat berkonflik dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hmmm.

Tapi, ya sudah lah, itu semua sudah menjadi pilihan Bapak Presiden ketika awal penyusunan kabinet. Kita sebagai masyarakat biasa bisanya ya hanya menunggu kebijakan dari mereka, cuy. Yaa, sambil kritik tipis-tipis kalau sekiranya kurang sesuai. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.