Jika Prabowo Surya Paloh Bersama

Prabowo Surya Paloh
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (Foto: MI/ Bary Fathahilah)
3 minute read

“Jika kami bersama, nyalakan tanda bahaya,” – Superman Is Dead, Jika Kami Bersama


Pinterpolitik.com

Sepertinya sekarang lagi musim politisi tenar ketemu politisi lainnya ya. Musim bertemu ini udah dimulai sejak Pak Jokowi bertemu dengan Pak SBY. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan pertemuan fenomenal yang ditunggu-tunggu yaitu ketika Pak Jokowi bertemu dengan Pak Prabowo.

Nah, ternyata musim pertemuan itu masih belum selesai. Pak Prabowo ternyata melanjutkan tradisi pertemuan itu dengan menemui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Wah, kalau yang ini lumayan mengagetkan ya, bukannya kader Nasdem banyak yang defensif ya kalau membahas Gerindra dan Prabowo?

Jadi, selama ini santer beredar kabar kalau Pak Paloh dan Nasdem ini gak nyaman dengan Prabowo, soalnya udah membuka komunikasi dengan koalisi Jokowi melalu PDIP. Nah, menurut selentingan yang beredar, Pak Paloh ini bahkan sempat dianggap membuat poros baru dengan partai lain di lingkar koalisi Pak Jokowi.


Setelah Pak Prabowo dan Pak Paloh ini bertemu, kabar semacam itu boleh jadi mulai bisa disapu. Pak Paloh sendiri bilang kalau dirinya dan Pak Prabowo ini satu, karena punya banyak kesamaan. Oh, ternyata dua-duanya akur sodara-sodara, jadi kabar-kabar sebelumnya bisa dihapus.

Buat Pak Paloh, pertemuan ini sendiri sebenarnya bisa jadi semacam pelega. Sebelumnya kan Pak Paloh ini sempat diduga punya hubungan dingin dengan partai besar lain yaitu PDIP. Waktu itu, Pak Paloh kan kan diajak Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri waktu ketemu Prabowo. Terus, pas dua-duanya ketemu di DPR, dia gak disalamin Bu Mega.

Nah, akhirnya Pak Surya Paloh ini ada juga yang nemuin ya. Setelah sebelumnya seperti dicuekin Bu Mega, Pak Prabowo kini datang menghampiri. Cie.

Di satu sisi, kita semua senanglah kalau para pembesar politik kita mau akur dan menjalin silaturahmi. Kan biar adem juga suhu  politik kita, supaya gak cebong-kampret terus-terusan gitu loh.

Yang jadi masalah adalah, kita tuh kadang harus hati-hati kalau para politisi udah mesra bersama. Bukan berarti gak boleh baikan ya, tapi ada riwayat lumayan mengkhawatirkan nih kalau para politisi udah kompak.

Kita tuh harus hati-hati kalau para politisi udah kompak Click To Tweet

Coba lihat itu dalam kasus revisi UU KPK di DPR. Kita kan jarang-jarang tuh melihat partai-partai di DPR kompakan untuk suatu kebijakan. Eh, untuk perkara krusial ini mereka ternyata saling kompak meloloskan revisi UU KPK yang buat beberapa orang dianggap memperburuk masa depan pemberantasan korupsi.

Nah, dari riwayat itu, masyarakat tuh harus mulai mengawal, kalau ada politisi kompakan, jangan kelewat senang dulu. Sering kali, kompaknya mereka itu berujung pada hal yang kurang mengenakkan.

Masalahnya, indikasi dari hal itu udah kelihatan nih. Pak Prabowo dan Pak Paloh ternyata sepakat amendemen UUD 1945 dilakukan menyeluruh. Wah, ada apa nih?

Untuk sekarang, mungkin kita gak bisa mengartikan apa-apa terkait hal itu. Meski demikian, kayaknya kita jangan sampai kecolongan, jangan sampai amendemen menyeluruh itu membawa kemunduran buat bangsa ini. Semoga Pak Prabowo dan Pak Paloh gak berbuat yang aneh-aneh ya dari kebersamaan mereka. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.