Jatah Menteri, Silat Lidah Ma’ruf

Jatah Menteri, Silat Lidah Ma’ruf
(Foto: Antara)
2 minute read

“Politisi tidak pernah percaya atas ucapannya sendiri. Mereka justru terkejut bila rakyat memercayainya.” – Charles de Gaulle


PinterPolitik.com

Setelah berjuang bersama-sama untuk membebaskan Panem dari kekuasaan Presiden Snow, pelan-pelan Presiden Coin pun mulai menunjukkan dominasi kekuasaannya dihadapan Katnis dan masyarakat Panem.

Itulah gambaran karakter Presiden Coin dalam film Mockingjay yang sedikit banyak mengingatkan dengan karakter Ma’ruf Amin belakangan ini.

Meskipun tidak se-esktrem tokoh Presiden Coin dalam film Mockingjay, tampaknya Ma’ruf Amin mulai menunjukkan sifatnya yang dominan ke masyarakat juga loh.

Soalnya, sebelum Jokowi-Ma’ruf Amin resmi memenangkan sidang sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK), Ma’ruf pernah mengatakan bahwa pembagian jatah menteri adalah urusannya Jokowi.


Mungkin karena posisinya Ma’ruf yang masih belum sah jadi Wapres makanya dia masih jaim dulu kali ya. Soalnya takut kalau sifat aslinya ketahuan. Hehehe.

Perpres Jokowi tentang jabatan fungsional TNI menimbulkan polemik.Simak Infografis kami lainnya di Pinterpolitik.com

Posted by Pinter Politik on Monday, July 1, 2019

Nah, baru deh setalah MK menyatakan Jokowi-Ma’ruf Amin menang, pelan-pelan mulai muncul lah sifatnya Ma’ruf Amin yang dominan. Upss.

Ya, gimana nggak kelihatan dominan. Toh beberapa hari lalu saat ditanya tentang jatah kursi menteri, Ma’ruf Amin sendiri bilang: “Nanti kan Pak Jokowi pasti minta pertimbangan saya”.

Eh, nggak tahu juga sih ini tepatnya dominan atau ke-pede-an. Hehehe.

Tapi, kok pernyataannya jadi beda ya kalau dibandingin sebelum-sebelumnya? Jangan-jangan Ma’ruf Amin udah mulai pikun lagi makanya ngomong begitu. Hehehe.

Walaupun pemilihan kursi menteri itu merupakan hak prerogatif-nya Presiden, tapi dari pernyataan itu kelihatan banget lah kalau Ma’ruf sangat yakin kalau Jokowi “pasti” akan melibatkan dirinya dalam menentukan kursi menteri.

Padahal Ma’ruf Amin selama ini dinilai cenderung pasif ya. Hehehe. Tapi ternyata Ma’ruf Amin memiliki sisi yang dominan juga ya. Upss.

Hmm. Jadi pertanyaannya tuh, apakah Jokowi “pasti” bakal ajak Ma’ruf Amin untuk mempertimbangkan kursi-kursi menteri?

Atau apakah Ma’ruf Amin “pasti” bikin Jokowi untuk melibatkan dirinya dalam mempertimbangkan kursi-kursi menteri? Upss.

Daripada pusing dan suudzon ke Ma’ruf Amin, mending dengerin lagu jadul dari Ratu deh yang liriknya bilang: “Busyet, aku tertipu lagi”. Hehehe. (R50)