Jaksa Agung ‘Tarzan Rimba’

Jaksa Agung ‘Tarzan Rimba’
Jaksa Agung M Prasetyo. (Istimewa)
2 minute read

“Dari dulu juga enggak ada hukum rimba. Enggak ada penegakan hukum rimba. Itu zaman dulu kala mungkin seperti itu, cuma Tarzan seperti itu. Ini kan enggak.” ~ M. Prasetyo


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]antan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kritik dan berkicau di media sosialnya bahwa dalam kontestasi politik 2019, sama sekali tak boleh ada sedikitpun peluang hukum rimba berlaku.

Jelas kritik ini bukan tanpa alasan, pasti ada sesuatu yang terjadi dengan praktik hukum di negeri. Apalagi dalam tahun politik, hmmm, jangan sampai ada campur aduk antara politik dan hukum, bisa kacau balau, weleeeh weleeeh.

Padahal pada intinya, SBY hanya menginginkan kalau dalam praktik politik jangan hanya mengikuti selera yang berkuasa. Apalagi tahu sendiri kan, kalau hukum rimba itu kan lebih condong kepada yang kuat yang hidup, sementara yang lemah akan mati.

Hadeuuhhh, tak peduli benar atau salah, siapa yang paling kuat itulah yang bertahan. Makanya SBY menyoroti hal itu. Ini sih prediksi aja, makanya jangan sampe kayak gitu. SBY hanya mengingatkan aja, karena kalau sudah berlaku hukum rimba, maka kontestasi politik pasti akan ada indikasi yang janggal.


Sebenernya kan normal – normal aja pernyataan SBY. Hati – hati penegak hukum kayak Polisi, Kejaksaan, dan KPK, jangan sampai dipolitisasi. Dan SBY juga bilang awas juga ada penyalahgunaan intelijen sebagai alat politik.

Ini kan sifatnya mengingatkan, jadi jangan malah jadi kegeeran. Politikus Indonesia itu kebanyakannya pada baper atau geer sih, hadeuuhhh, lihat positifnya aja napa.

Makanya aneh juga ngelihat PDI Perjuangan dan Jaksa Agung yang malah menanggapi secara serius kalau hukum rimba ga mungkin berlaku, yang berlaku merupakan hukum yang blablablabla, kok malah jadi kepanasan sih? Reaksional itu berasal dari emosi sesaat karena merasa tersudutkan dengan kritik SBY?

Apalagi Jaksa Agung sampe bawa – bawa Tarzan segala yang masih berlaku hukum rimba, lah apa urusannya sama Tarzan, gagal paham. Hadeuhhh, kalau mencermati pernyataan dari Bernard Baruch seorang filantropis Amerika, kalau ada pihak yang menjawab suatu kritik berarti ada hal yang dinilai benar, maka pasti akan ada kritik balik atau klarifikasi.

Nah loh, urusan kritik SBY di media sosial, kenapa PDI Perjuangan jadi kepanasan? Apalagi Jaksa Agung yang malah kebakaran jenggot sampe bawa bawa Tarzan, hadeuuuhh, jangan panik gitu ah, dibikin santai aja, weleeeh weleeeh. (Z19)