Ide Untuk Bayar Utang Jokowi

utang pemerintah era jokowi
Jokowi. (Foto: Grid.ID)
2 minute read

“Utang bisa membunuh perlahan…”


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]da yang pernah kepikir membayar utang dengan menanam pohon? Eiiittss, jangan salah. Ternyata ini benar-benar pernah dilakukan di zaman pemerintahan presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ini  kata mantan menteri kemaritiman Rizal Ramli, dan setelah di-cek and re-check, ternyata benar Gus Dur merupakan satu-satunya presiden yang bisa mengurangi utang negara. Satu-satunya gaes

Ya, dengan segala kontroversi politiknya, dari yang pernah dinaikkan dan dilengserkan parlemen, ternyata prekonomian di era pemerintahan Bapak Pluralisme tersebut amat pesat bahkan diimbangi dengan penurunan utang.

Coba deh, dalam waktu dua tahun doi bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi dari yang minus 3 persen, menjadi 4,9 persen. Ajaib kan? Bukan hasil pesugihan babi ngepet loh

Ada cara yang halal dan berfaedah untuk meringankan utang negara. Kenapa nggak dicoba? Click To Tweet

Rizal Ramli bilang, dulu Gus Dur bayar utang dengan menawarkan hutan kepada Jerman, sebagai salah satu negara yang sangat konsen dengan isu pemanasan global. Kala itu, Jerman memberikan dana 10 miliar dollar untuk bayar utang, kemudian dibayar pemerintah dengan melakukan konservasi hutan di Indonesia.

Nah, sekarang ini dampak pemanasan global kan makin terasa ya, jumlah paru-paru dunia juga mulai menipis, apakah tidak sebaiknya pemerintah kita copy paste kebijakan Gus Dur kala itu?

Kenyataannya, dari zaman Soekarno sampai zaman Jokowi, utang negara kita memang naik terus. Jadi Jokowi nggak salah kalau utang yang ada sekarang itu utang warisan dari presiden terdahulu, tapi apakah dengan fakta itu Jokowi bisa dengan santainya menambah utang menjadi lebih banyak?

Okelah utang kali ini katanya diperuntukkan untuk membangun infrastruktur, kebijakan jangka panjang. Tapi itu kualitas infrastrukturnya ternyata dapat nilai merah dari World Bank. Apa yakin bisa digunakan untuk waktu yang lama? Yakin bisa?

Oke, anggaplah benar bisa dipakai untuk jangka waktu lama, tapi harus ingat juga kalau pembangunan infrastruktur ini dapat menelan lahan hijau, jadi memang sudah seharusnya Jokowi menanam pohon untuk mengimbangi hal tersebut. Jangan pembangunan makin banyak, tapi hutannya makin sedikit. Kita napas kan menghirup oksigen, bos, bukan infrastruktur.

Menurutku ide untuk membayar utang dengan konservasi hutan boleh juga. Keuntungan yang kita dapat juga double, dapat uang untuk bayar utang, plus bisa membangun ruang hijau di bumi kita. Ini baru namanya sambil menyelam minur air. (E36)