Ibukota Baru untuk Prabowo

Rindu Jokowi Bertemu Prabowo
Pertemuan Jokowi dan Prabowo diharapakan jadi momen pemersatu bangsa (Foto: Kompas)
2 minute read

“Kebutuhan politik terkadang berubah menjadi kesalahan politik,” – George Bernard Shaw


PinterPolitik.com

Pemindahan Ibukota Indonesia ke Kalimantan Timur masih menyisakan polemik yang sangat mungkin berkepanjangan. Ehmm, tentu semua itu karena masih banyak hal yang terlihat samar dan janggal.

Waduhh, kalau masih janggal kok udah buru-buru aja sih Pemerintah mengumumkan secara resmi, apa yang mau dikejar sih? Heleeehh, padahal kaji dan riset aja dulu, jangan serampangan juga, weleeeh weleeeh.

Jakarta udah sumpek! Ahhh, masa alasannya gitu doang? Hadeuh. Jakarta macet! Apalagi macet, seantero negeri juga kalo kendaraan bermotornya berlebih pasti bakal macet. Polusi? Sedari zaman Sutiyoso juga polusi Jakarta udah parah.

Lalu apa alasannya? Apa mungkin untuk menghindari dan menyingkirkan Anies Baswedan?


Kalo alasan ini bener, luar biasa menggila, bahkan ini bisa masuk rekor muri sebagai strategi politik dengan biaya paling mahal, ratusan triliun buat begitu doang, padahal buat mendem seorang Gubernur doang, weleeeh weleeeh.

Tentu pasti ada alasan yang argumentatif nih, ga mungkin cuma masalah begitu doang. Ehmmm, apa ya alasannya? Apalagi usut punya usut, Kalimantan Timur masih sangat berpotensi gempa, tsunami dan asap kebakaran hutan.

Hadeuuuhh, itu sih gali lobang tutup lobang, sama aja nanti ujung-ujungnya bakal pindah lagi nih Ibukotanya, nomaden amat nanti Ibukota Indonesia, weleeeh weleeeh.

Tapi usut punya usut, kabar kaburnya pemindahan Ibukota itu ada kaitannya dengan mesranya Jokowi dan Prabowo pasca PIlpres 2019. Waduh, mungkin juga sih, soalnya cepet banget rekonsiliasinya, heleeeh.

Mungkin Jokowi memberikan Ibukota baru sebagai hadiah atau warisan buat Prabowo, karena ada temuan yang sangat berkaitan antara Ibukota baru dengan Prabowo.

Waduh, kalo begitu bisa disimpulkan dong kalo Prabowo dapet banyak dari pemindahan Ibukota, weleeeh weleeeh, karena ehhh karena, Kabupaten yang dipilih Jokowi adalah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Baca juga :  Di Balik Sate Luhut-Prabowo

Weeiiittss, tunggu dulu, Kartanegara? Ehmm, kok mirip sama Kertanegara punya Prabowo sih? Jangan-jangan memang ini alasannya ibukota harus pindah, biar samaan ya? Kertanegaranya Prabowo akan bersanding dengan Kartanegaranya Jokowi, weleeh weleeeh.

Setidaknya ada dua tokoh besar yang akan tinggal Istana Negara Kartanegara. Weleeeh weleeeh, masa sih segitunya mau ngasih warisan ke lawan politik, heleeeh. (Z19)