Ibu Kota Baru “Sarang” Pengembang?

Ibu Kota Baru
Presiden RI Joko Widodo (Foto: Gesuri)
2 minute read

“Mohon maaf saya baca naskahnya itu naskah ya power point dan gambar gambarnya itu banyak yang unik-unik lah. Masa disebut membangun hunian yang layak, terus ada gambar kayak hotel dan kamar hotel bintang lima ini apa kayak pengembang.” – Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR


PinterPolitik.com

Pasca Presiden Joko Widodo mengumumkan lokasi ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur (Kaltim), eh tiba-tiba langsung muncul iklan apartemennya Agung Podomoro Land (APLN) yang bernama Borneo Bay City di Balikpapan.

Kok bisa sama-sama di Kalimantan Timur gitu sih lokasinya. Hayooo. Ini tuh udah janjian atau gimana sih? Kalau udah janjian, tipenya yang mutualisme, komensalisme, atau justru tipe parasitisme nih? Hehehe.

Terus gengs, sejak Pak Jokowi mengumumkan Kaltim sebagai lokasi ibu kota negara yang baru, saham di Borneo Bay City ini langsung mengalami peningkatan sebesar 14 poin atau 7,73 persen ke level Rp 195 per saham loh.

Widihh. APLN musti banyak-banyak ucap syukur ke Pak Jokowi nih. Soalnya kan gara-gara Jokowi, apartemen Borneo Bay City bisa jadi “Investasi Terbaik di Ibu Kota Negara” dan sahamnya bisa terbang kayak pesawat. Hehehe.


Btw gengs, nggak cuma saham propertinya APLN aja loh yang jadi mendadak naik. Pastinya, saham-saham properti di Kaltim lainnya juga ikutan naik dong.

Kalau menurut CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, setidaknya ada banyak lahan pengembang di Kaltim. Selain Agung Podomoro, ada lahan Ciputra, Cowell, Wika Realty, PP Properti, dan Bintang Omega Sakti. Pokoknya lahan mereka nggak terhitung lah.

Hmm. Pantesan aja ya design di ibu kota yang baru tuh luas banget lahannya kalau dibandingkan sama target jumlah penduuduknya.

Kalau katanya Ridwan Kamil tuh pemerintah boros lahan karena mau dibikin 200 ribu hektar hanya untuk 1,5 juta penduduk. Upss.

Nah, jangan-jangan kelebihan lahannya itu memang sengaja dikhususkan ke para pengembang untuk dijadikan tempat-tempat mewah kayak mall, hotel, dan apartemen-apartemen kayak di Jakarta gitu deh.

Kan biar jadi hubungan mutualisme, Jokowi nggak ribet dapet sertifikat tanah dari perseorangan atau pribadi, sementara pengembang dapat bagian untuk mengembangkan keahliannya bangun gedung. Hehehe.

Makanya nih Borneo Bay City-nya Agung Podomoro udah nyolong start duluan tuh. Hehehe. (R50)

Baca juga :  State Capitalism, Jokowi Tiru Tiongkok?