HTI Melumer, Yakin Ganti Sistem!

3 minute read

“Kesabaran itu ada dua macam: sabar menghadapi sesuatu yang tidak kau inginkan dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.”


PinterPolitik.com

Oh, jadi ini toh yang ditakutin sama pemerintahannya Jokowi beserta sebagian simpatisanya. Hayo kalian tahu enggak apa yang sesungguhnya ditakutin mereka terkait gerakan tagar #2019gantipresiden?

Ingat gengs, eyke bukan cebong atau kampret loh. Tapi eyke itu temasuk ke golonganya “Pamenet” alias pasukan milenial netral. Hehehe. Eh, gengs bukan Pamela ya. Kalau Pamela mah artis Dua Serigala yang terkenal dengan goyang dribble. Wkwkwk.

Oke deh langsung masuk ke intinya aja ya gengs. Jadi tuh Jokowi dan simpatisannya akhir-akhir ini terkesan takut banget sama gerakan tagar #2019gantipresiden. Terbukti di saat pemerintahan Jokowi sampai nyebut gerakan tagar itu sebagai usaha makar, begitupun simpatisannya yang berusaha keras menolak deklarasi gerakan tagar di wilayahnya masing-masing hingga mengakibatkan bentrok. Weleh-weleh.

Hal yang masih menjadi asumsi sementara adalah bahwa pemerintah dan simpatisan sangat terusik dengan adanya gerakan tagar tersebut. Tetapi asumsi ketakutan terbesar mereka dicurigai adalah karena adanya indikasi keterlibatan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) gengs. Ckckckc, kalau benar bisa-bisa come back is real nih.


Intinya gengs, pemerintahan Jokowi memiliki dua alasan mengapa mereka takut dengan gerakan tagar ini. Ketakutan pertama adalah kemungkinan Jokowi kalah di Pilpres 2019 karena saat gerakan tagar ini terus hidup, dikhawatirkan akan menggangu psikology of voting masyarakat Pamenet.

Ketakutan yang kedua, bila gerakan tagar itu berhasil menang di Pilpres 2019, maka Jokowi dan koalisi bukan hanya kalah, bahkan bisa jadi membuat massa mereka redup untuk tahun-tahun berikutnya.

Terlebih jika gerakan tagar itu sampai berhasil merubah sistem yang dijalankan di negara ini. Maksudnya kayak cita-cita HTI yang pengen bikin negara Islam gitu kah? Kalau bener, serem juga ya.

Baca juga :  Dilema Posisi LGBT Gerindra

Hmmm, jadi gimana nih menurut kalian? Apa kalian juga ikut terusik di saat mengetahui bahwa gerakan itu ditunggagi oleh HTI? Apa kalian juga risau kalau gerakan itu menuntut presiden selanjutnya mengganti sistem Indonesia seperti yang diinginkan HTI?
Kalau menurut eyke, gak usah risau gengs, toh mereka baru mendesak kok. Belum tentu juga loh disepakatin sama pemerintahan berikutnya. Ahaha, namanya juga politik gengs. Betul apa betul?

Nih gengs mungkin video ini yang bisa jadi bukti dan alasan mengapa pemerintah alergi sekali dengan gerakan tagar #2019gantipresiden. Lha itu politisi PKS sama eks-HTI bilang 2019 nanti harus ganti presiden. Bahkan yang HTI bilang ganti sistem. Sistem kan bukan cuma presiden doang, tapi juga tentang demokrasi dan lain sebagainya.

Ngeri gak sih gengs? Apa benar ya mereka bisa ubah sistem negara ini menjadi lebih baik? Hmmm, kalau menurut gerakan Pamenet sih: “Lihat aja dulu, paling juga cuman hangat-hangat di awal.” Wkwkwk.(G35)