Hanura Latah Kiprah PPP?

Hanura Latah Kiprah PPP?
2 minute read

Aksi saling pecat di tubuh Partai Hanura menjadi trending topic di media massa. Wah, kok partai besutan Wiranto ini jadi latah sampa PPP sih, ingin terpecah juga?


PinterPolitik.com

“Mohon maaf kawan-kawan sekalian kalau ga selesai (konflik) ini kami bubar semuanya ini, wassalam ini kepada Hanura. Begitu juga kawan-kawan semua ya, betul Pak ya?”

Di depan sejumlah pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ketua DPD Hanura Sumatera Barat, Marlis Alinia mendeklarasikan kesepakatan untuk melakukan aksi “bubar jalan” alias hengkang bersama dari partai yang dibentuk oleh Jenderal Wiranto sejak 11 tahun yang lalu.

Padahal, rasanya baru kemarin Hanura merayakan hari jadinya. Bahkan di acara tersebut, Presiden Jokowi sempat memuji kesolidan para kadernya karena tidak pernah bertikai. Tapi kok ndilalah, enggak lama kemudian malah jadi pecah. Waduh, berarti selama ini ada sekam yang tertanam rapi di dalam dong ya, ck ck ck.

Kalau hanya gara-gara sang Ketua Umumnya, Oesman Sapta Odang  (Oso) dituding nilep uang mahar, masa iya sampai pada aksi pecat-pecatan dan bikin Munaslub segala. Apa enggak berlebihan? Apa enggak bisa dimusyawarahkan secara internal? Terus kenapa enggak minta Wiranto ikut turun tangan? Mengapa??


Jadi wajar saja kalau ada selentingan macam-macam, salah satunya, katanya ada sosok pemodal besar dibalik di Syarifudin Sudding ini. Hmm, kalau dipikir-pikir, bikin Munaslub di hotel itu, modalnya memang enggak sedikit lho. Apalagi kegiatannya enggak pakai restu Wiranto pula, jadi pasti dari dana mereka sendiri. Mencurigakan?

Terus kalau Oso yang udah ambil uang mahar tapi enggan ngasih rekomendasi itu ke siapa sih emangnya? Kok kayaknya enggak dibuka aja siapa-siapanya, kenapa jadi langsung main pecat aja? Di tambah lagi, Wiranto juga kelihatannya kok kayaknya bingung gitu ya, mau dukung Oso atau Sudding? Hmmm, jadi makin mencurigakan.

Setelah Munaslub, terus para DPD ini mau ngapain ya? Mau mengambil alih gedung DPP? Membuat pengurus tandingan dengan ketua umum baru? Lho kok, jadi kayak PPP ya. Apalagi sekarang urusan Surat Keputusan (SK) dan Kementerian Hukum dan HAM pun diributkan. Makjleb, sungguh mirip PPP. Jangan-jangan para kader Hanura selama ini latah dengan Partai Ka’bah itu? Latah kok ke arah yang buruk sih, sungguh latah yang aneh. (R24)