Hanum Rais Malu-malu

 Hanum Rais Malu-malu
Foto : Istimewa
3 minute read

“Sejarah terlupakan, sejarah ditinggalkan, sejarah diacuhkan. Buat apa kita ingat sejarah kalau hari ini lebih indah? Buat apa ingat masa lalu kalau yang lalu terlalu pilu. Jadi tak usah bicarakan sejarah kalau kita tak tahu jalan ceritanya.”


PinterPolitik.com

Unggahan video putri Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais saat membela Ratna Sarumpaet direspon Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

Sedih lihatnya, enggak tahu kalau saya jadi dia, mau meletakkan wajah ini di mana. Mungkin akan saya tutup dengan tudung saji saja biar enggak malu sama teman-teman semua.

Kalau kalian jadi Hanum apa yang akan kalian lakukan? Apa gantung diri? Jangan coy! Masa cuman gara-gara itu gantung diri. Daripada gantung diri, mending pindah warga negara aja biar lebih bergengsi.


Nah iya gengs, Hanum juga sempat mengunggah di akun Twitter pribadinya dan menyebut Ratna sebagai seorang Cut Nyak Dhien dan Kartini masa kini. Unggahan itu dibuat sebelum Ratna mengaku berbohong soal penganiayaan yang dialaminya. Tapi sayang seribu sayang unggahan itu telah dihapusnya dan yang tersisa hanya ini:

Saya tidak mengerti lagi mengapa perut saya selalu dilanda getaran yang sangat kuat saat membaca dan mendengar nama Ratna atau Rais. Apa mungkin ini tanda-tanda cinta? Apa kalian juga merasakan hal yang sama?

Berbeda dengan kita yang terguncang perutnya saat mengetahui tingkah Hanum, Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto yang mendengar kabar ini lantas menimbulkan rasa kepedulian yang sangat dalam.

Hasto sampai mengirimkan sebuah buku sejarah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kepada Hanum. Mungkin kiriman buku ini sebagai simbol cinta yang juga kita rasakan gengs. Click To Tweet

Uppss, ternyata oh ternyata, TKN Jokowi yang mengirimkan buku sejarah itu selain simbol cinta juga sebagai bentuk kepeduliannya agar Hanum memahami betul siapa Cut Nyak Dhien dan siapa Ibu Kartini. Mungkin TKN Jokowi sangat miris melihat Hanum yang ngefans sama kedua pahlawan itu tapi lupa sebenarnya apa saja jasa-jasa mereka dan bagaimana mereka berjuang.

Hasto berharap Hanum dan koleganya di Tim Sukses Prabowo-Sandi membaca dengan seksama buku tersebut, sehingga lebih mudah membuat perbandingan antara tokoh pahlawan bangsa yang jadi simbol pergerakan perjuangan kaum perempuan Indonesia. Wkwkwk.

Hasto berpesan sebelum mengirimkan buku itu ke rumah Hanum, agar Hanum tidak lagi menurunkan kehormatan para pahlawan bangsa, hanya untuk kepentingan politik elektoral. Katanya, janganlah samakan Ratna dengan Cut Nyak Dhien. Wkwkwk. (G35)