Gorengan Isu Agama Kapolri

Gorengan Isu Agama Kapolri
2 minute read

Belakangan, polemik mengenai pernyataan Kapolri tahun lalu mengenai ormas Islam kembali ramai. Pernyataannya udah tahun lalu, kok ramainya baru sekarang sih?


PinterPolitik.com

“Itu dipenggal pidatonya, nggak utuh. Saya rasa Kapolri sudah klarifikasi kepada semua pihak. Kapolri maraton itu klarifikasi dan terakhir hari ini ormas Islam sudah bertemu.” ~ Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal M Iqbal

Seorang bijak pernah berkata, rumor selalu dibuat oleh para hater, disebar orang-orang bodoh dan ditelan mentah-mentah para idiot.

Jadi kalau ada yang menyebarkan sesuatu, lalu si penerima enggak melakukan cek ricek lebih dulu, maka jangan marah kalau ada orang lain yang cukup pintar menyatakan kalau Anda bodoh.

Tapi sialnya, belakangan ini banyak sekali orang-orang yang memang sengaja menyebar-nyebarkan sesuatu yang sudah lewat, tapi dibikin jadi kelihatan terkini.


Apalagi kalau orang yang dijelek-jelekin itu adalah orang yang tidak disukai, wuuiih, pasti bakal dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dipidanakan juga layaknya Ahok.

Belakangan ini yang terkena adalah Kapolri Tito Karnavian. Entah mungkin karena Tito terkenal ganas dengan para ulama yang suka provokatif, bahkan kerap dianggap mengkriminalisasi, sehingga ada orang yang sengaja mengungkit-ungkit kembali pernyataannya setahun lalu dengan tujuan yang mungkin saja bisa menjatuhkannya.

Kapolri Tito Karnavian menjadi imam, saat shalat bersama para ulama dari Syarikat Islam yang berkunjung ke kediamannya. Para ulama ini meminta penjelasan mengenai video klip pidatonya yang viral tersebut.

Kalau istilah zaman now-nya, pernyataan Tito itu digoreng sampai kriuk. Saking gurihnya, sampai-sampai Fadli Zon pun ikut buka suara dengan nada mencela. Hmmm, jangan-jangan?

Ah, biarkanlah hanya Tuhan saja yang tau. Namanya juga sudah mulai masuk tahun politik, para politikus mulai sibuk menggoreng dan membungkus isu.

Tapi, apa mungkin seorang Kepala Kepolisian bisa segampang itu dijatuhkan? Sepertinya enggak sih, buktinya Tito dengan jantan menyatakan maaf.

Bahkan ia juga mengumpulkan sejumlah ulama dari berbagai aliran, untuk menjelaskan pernyataannya tersebut. Setelahnya, pakai acara shalat bareng lagi. Coba tebak siapa yang jadi imamnya? Tito Karnavian yang dijelek-jelekin itu. Waduh, kok jadi kebalik?

Lalu gimana nih sama nasib si tukang gorengannya? Hmm, hati-hati saja. Kepolisian punya tim kejahatan siber, lho. Apa enggak takut dapat ‘balasan’ ya? Kira-kira bagaimana ya kisah lanjutan si ulama yang follower twitternya lumayan banyak itu?

Yah mungkin sebagai awalnya, siap-siap aja bawa penggorengan dan kompornya lari. Barangkali aja bisa kena cyduk nanti, wiiih ngeri! (R24)