Gimik Haedar di Istana Presiden?

Foto : Istimewa
2 minute read

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?”


PinterPolitik.com

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk Presiden Joko Widodo. Usul itu disampaikan saat Jokowi menerima 177 mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara.

Tapi nih gengs, kata Haedar pemberian usul itu bukan berarti Muhammadiyah mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Wanjay gokil bossque, engak ada takut-takutnya sama Paspamres doi gengs wkwkwkw.

Menurutnya Muhammadiyah akan tetap dalam posisi sebagai ormas, tapi mereka akan terus beri masukan jika pemerintahan ini diberi peluang lagi oleh rakyat. Ini nih baru progresif, tapi awas loh kalau cuman gimik doang pak! Weleh-weleh.

Mereka juga pastikan kalau bertemu calon presiden yang lain, mereka akan bersikap sama. Hmmm, tapi kalau Mahfud MD jadi cawapresnya Jokowi, apa yakin tuh mereka akan bersikap sama? Ahahaha, sudahlah gengs, jangan diperdebatkan. Topik kali ini berkaitan dengan para Ulama loh, awas nanti kualat!


Menurut dia, menjelang Pemilu 2019, Muhammadiyah lebih memilih bicara mengenai solusi untuk masa depan bangsa secara menyeluruh.

Muhammadiyah meyakinkan akan lebih baik dari hulu. Jadi mereka beri masukan-masukan agar proses politik ke depan tidak hanya bicara soal wapres saja, tetapi juga berbicara tentang kebijakan strategis. Asli, makin kesemsem nih eyke. Tapi benar ya kebijakan strategis, bukan jabatan strategis. Hehehe.

Oh iya gengs, nih beberapa poin usulan Haedar untuk Nawacita II, yakni menjadikan nilai agama sebagai nilai luhur dalam berbangsa dan bernegara sebagai wujud sila pertama Pancasila, lalu menjadikan Pancasila sebagai landasan filosofi alam pikir seluruh bangsa dan negara, kemudian menyusun dan melaksanakan kebijakan ekonomi yang berkeadilan sosial sebagai usaha untuk mengatasi kesenjangan sosial, mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara agar Indonesia bisa jadi bangsa yang kokoh, serta penguatan daya saing SDM untuk berkompetisi di ranah global.

Yups, gimana nih menurut kalian terkait tawaran dari Muhammadiyah? Perlu ditambahkan lagi? Atau perlu dikritisi? Kalau eyke sih sudah gatal melihat poin-poin ini gengs.

Andaikan saja ada yang teriak seperti ini:

“Hey tidak usah bicara banyak persoalan program tahun depan, itu lihat poros maritim Indonesia! Mana janjinya? Gak usah deh ngomong poros maritim, itu urus aja dulu Flight Information Region (FIR) dari Singapura. Gitu aja kok repot!” (G35)