Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

Gerindra dan PKS Tega Biarkan Anies Sendiri
Pelukan antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Foto: Tribunnews.com)
2 minute read

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono


PinterPolitik.com

Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum terealisasi dibawa lagi, entah akan direalisasikan atau tidak tahun baru punya kekuatan tersendiri bagi tiap insan.

Mungkin ini juga terjadi bagi Anies Baswedan. Semenjak ditinggal Sandiaga Uno untuk maju pilpres kemarin, kursi pendamping Anies saat ini masih kosong. Layaknya tempat yang udah lama gak ditinggali, kursi di samping Anies mungkin udah banyak sarang laba-labanya. Agaknya tanpa seorang pendamping, Anies kesepian menerima kritik yang bertubi-tubi.

Menghadapi kesepian yang akut ini, Anies pun harus menuntut PKS dan Gerindra yang masih belum juga menentukan pendampingnya. Awalnya, mayoritas sepakat bahwa calon pengganti Sandiaga Uno akan datang dari PKS, begitu pun Gerindra.


Meski begitu, di tengah penentuan cawagub DKI yang alot, Gerindra justru mengajukan empat orang calon dari partainya untuk bersaing dengan dua orang calon dari PKS.

Gerindra pun melalui Ketua DPD DKI Jakarta, Mohamad Taufik berdalih kalo PKS kelamaan mutusin cawagub buat Anies, maka mereka pun inisiatif nyalonin orang dari partai sendiri.

Alih-alih mempercepat proses pemilihan, ini pun malah bikin tambah lama. Memang pihak Gerindra menyerahkan kembali keputusan di tangan PKS. Namun PKS gamau calon dari partainya sendiri mundur.

Melihat situasi yang makin alot, PKS malah melempar janji bahwa Anies akan punya pendamping setidaknya seminggu sebelum akhir tahun ini. Namun ini kan janji, dan semua orang sepertinya sudah paham dengan janji dari para politisi.

Melihat situasi Anies yang makin memprihatinkan sebagai Gubernur Ibu Kota seorang diri, PKS dan Gerindra perlu setidaknya saat ini juga segera mengeliminasi separuh dari enam orang calon yang diajukan. Masa sih, tega membiarkan Anies diterpa kritik sendirian terus-menerus?

Dan lagi, selain segera mendapatkan pendamping Anies sebelum akhir tahun ini, perlu mempertimbangkan apakah orang baru ini akan setia nemenin Anies hingga akhir jabatan pada 2022. Kasian dong Anies kalo ditinggal lagi kalo pendampingnya punya ambisi pribadi jadi gubernur. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.