Gatot Capres atau Peternak Ayam?

Foto : Istimwa
3 minute read

“Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan, kau buat remuk sluruh hatiku.” – Dewa, ‘Pupus’


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]eluang mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk turut maju bertarung dalam gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semakin kecil. Kok bisa?

Hmm, padahal saat menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot Nurmantyo berhasil mengeluarkan kharismanya. Berjuta pasang mata dibuat terpukau dengan gestur dan bobot orasinya.

Seakan sadar dengan posisinya pada waktu itu, Gatot berulang kali menyampaikan orasi politik yang berhasil membangun persepsi masyarakat umum dan elite parpol untuk mengusungnya di Pilpres 2019.

Seiring berjalannya waktu, segala kemungkinan itu seolah hilang. Bagaikan buih ombak di pinggir pantai yang dalam hitungan detik hilang meninggalkan pasir yang menyusut karena buih sudah berubah menjadi air dan terhempas kembali kelautan. Ckckck, puitis banget gengs hehe.

Ternyata ini tak lepas dari peta politik pasca gelaran Pilkada serentak 2018 gengs.

Menurut Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Zaenal A. Budiyono pasangan calon yang diusung partai-partai di luar koalisi pemerintah, tak sedikit yang menuai hasil positif. Bahkan beberapa di antaranya secara luar biasa di luar ekspektasi sebelumnya.

Seperti di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng) misalnya. Paslon Gubernur-Wakil Gubernur yang diusung Partai Gerindra dan PKS mendapat respon cukup mengejutkan meski hal itu tak cukup untuk memberikan kemenangan.

Jabar dan Jateng memiliki jumlah populasi yang cukup besar. Artinya, tingginya suara yang diraih paslon yang didukung Partai Gerindra menjadi bonus elektoral bagi Prabowo Subianto.

Artinya mengharapkan ruang dukungan di tubuh Gerindra maupun PKS untuk Gatot, dapat dikatakan sebagai misi yang mustahil.

Tentu Gerindra akan semakin yakin untuk kembali mengusung Prabowo. Sementara PKS juga akan lebih memilih menyodorkan kader-kader dari internal partai sendiri.

Selain itu, partai lain seperti PAN yang sejak awal kabarnya menyiapkan tiket capres untuk Gatot justru membuka opsi bagi kembalinya Amien Rais ke medan pertempuran.

Deklarasi Koalisi Umat baru-baru ini mendaulat Amien Rais untuk bertarung di Pilpres 2019. Hal ini menunjukkan terjadinya pergeseran dukungan PAN.

Apakah Gatot masih berpotensi untuk mendapatkan dukungan dari partai politik? Kalau sampai tak mendapat dukungan, makin sukses deh peternakan ayamnya hehehe.

Hmmm, tapi mungkin saja sih gengs, kabarnya Gatot diajak bergabung tuh sama Partai Berkarya. Bagaimana menurut kalian? Siapa yang tahu juga, namanya juga politik itu cair hehehe.

Jadi kalian masih mau dipimpin sama Jokowi atau beralih nih ke Gatot, Prabowo, atau mungkin Amien Rais aja nih? Hehehe nyimak aja dulu ya gengs.

Serunya politik Indonesia serasa sedang menonton film perang yang penuh dengan strategi. Seperti yang dikatakan Mao Zedong tentang politik: ”Politik adalah perang tanpa pertumpahan darah, sedangkan perang adalah politik dengan pertumpahan darah.” (G11)