Fadli Zon: Polisi Jangan Lebay

Fadli Zon: Polisi Jangan Lebay
Fadli Zon (Foto: Riau1.com)
2 minute read

“Biasanya ancaman kematian membuat orang jauh lebih menyadari jiwa mereka”. – Paulo Coelho


PinterPolitik.com

Bukan Fadli Zon nih namanya kalau tidak penuh dengan kontroversi. Setiap gerak-geriknya selalu menarik untuk disorot oleh media. Bahkan, kalau perlu warga patungan untuk bikin Fadli Zon TV atau vlog khusus yang memuat kesehariannya.

Nah, belakangan ini Waketum Gerindra tersebut mengeluarkan statement tajam, setajam singlet, eh silet kepada penegak hukum. Ia menilai sikap kepolisian berlebihan menanggapi ancaman pembunuhan pejabat negara di seputaran aksi kerusuhan 22 Mei 2019.

“Saya kok enggak yakin ya. Siapa sih yang mau melakukan itu? Jangan lebay lah gitu,” begitu kata Fadli Zon.

Masa sih Fadli Zon juga pernah diancam dibunuh? Click To Tweet

Menurut kabar dari kepolisian nih ye, tokoh yang mendapat ancaman pembunuhan itu adalah Moeldoko, Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan, Gories Mere, dan tokoh petinggi lembaga survei. Para tersangka terkait ancaman ini sudah diamankan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.


Loh kenapa sasaran mereka petinggi BIN, purnawirawan TNI, dan petinggi lembaga survei? Bener enggak sih karena mereka ini dinilai dekat dengan Jokowi? Ah jangan banyak berasumsi seperti Fadli Zon ya, hehe. Serahkan saja kepada penyidik.

Nah, Wakil Ketua DPR ini menyangka bila ancaman ini hanya pengalihan isu. Doi mengimbau polisi agar segera membuktikan kasus ancaman ini dengan menangkap dalangnya. Hadeh, memang gampang kalau cuma ngomong doang.

Doi juga mengimbau agar polisi segera mengungkap tersangka dan dalang ancaman pembunuhan ini. Fadli Zon mengingatkan pemerintah agar kasus ancaman ini jangan dijadikan sebagai pengalihan isu.

Namun, statement yang paling menarik, yakni Fadli mengaku pernah mendapat ancaman serupa. Jadi doi curhat ketika itu laporan dia dicuekin oleh polisi. Cup cup, Fadli Zon kan pejabat juga ya, jadi harusnya dapat perlakuan yang sama. Misalnya Moeldoko, setelah diancam, dia sekarang dikawal oleh Kopassus.

Baca juga :  Manuver PKS Setelah Ditinggal Sahabat

“Saya termasuk yang pernah diancam di Twitter,” begitu lanjut Fadli.

Loh loh yang lebay siapa sekarang? Ancaman pejabat kemarin kan ada barang bukti senjata, Bapak barang buktinya tweet. Gimana urusannya? Lagi pula, setelah dicuekin sama polisi pun Bapak enggak kenapa-kenapa. Mungkin sebenarnya Bapak dijaga kemarin itu, tapi sama pasukan pramuka, eh. (R47)