Emil-Jabar Jadi ‘Anak Tiri’?

RK Jabar Bukan Keset
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Politik Today)
2 minute read

“Ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja,” – Titiek Sandhora, Ratapan Anak Tiri


PinterPolitik.com

Gubernur Jawa Barat curhat. Pak Ridwan Kamil sebagai orang nomor satu di provinsi tersebut sempat bercerita tentang adanya ketidakadilan yang menimpa Jabar. Wah, ketidakadilan seperti apa ya maksudnya? Apakah seperti anak tiri?

Jadi, sosok yang sering disapa Kang Emil itu menyoroti soal dana transfer dari pemerintah pusat kepada provinsi yang ia pimpin. Kang Emil menyebut kalau transfer dana tersebut jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan Jawa Timur.

Kalau dipikir-pikir, mungkin aja Kang Emil ini ada benarnya juga. Soalnya dia bercerita kalau perbandingan antara dana transfer Jabar dan Jatim ini dalam kurun waktu 5 tahun itu bisa mencapai Rp 50 triliun. Waduh, gede juga ya?

Bisa dibayangin kan duit sebanyak itu bisa dipakai buat apa aja buat Kang Emil di provinsinya? Apalagi, Jabar sendiri sebenarnya kalau dari segi penduduk lebih banyak ketimbang Jatim, jadi ya wajar aja kalau Kang Emil sampai menggunakan kata seperti ketidakadilan.


Kalau udah kayak gini, apakah Kang Emil dan Jabar seperti jadi anak tiri?

Secara khusus, Kang Emil juga kemudian menyoroti kondisi keuangan Jabar ini dengan dinamika pas Pemilu lalu. Ia bilang kalau provinsinya tersebut hanya diperhitungkan pas Pileg dan Pilpres aja, karena jumlah penduduknya bisa mencapai 20 persen dari Indonesia secara keseluruhan.

Hmmm, kalau dipikir-pikir benar juga ya. Kan Jabar ini menjadi penyumbang suara signifikan kepada siapapun yang memiliki kursi sekarang. Kok mereka gak mendapatkan dana sebesar suara yang diberikan provinsi tersebut?

Gimana nih, bapak dan ibu yang punya kursi? Kang Emil sendiri bilang kalau hal itu tuh harusnya jadi perhatian bagi para anggota dewan. Ia berharap kalau keadilan kepada Jabar bisa diterapkan.

Idealnya sih, orang-orang yang punya kuasa itu gak melupakan kursi yang ia dapat itu berasal dari daerah yang dianggap lumbung suara. Masa, pas Pemilu diperebutkan, pas berkuasa gak dapat dana signifikan? Dari hal itu, apakah ini seperti anak tiri?

Tapi mungkin, gak sesederhana itu juga, kan Kang Emil sendiri bilang Jatim lebih banyak kalau dari segi jumlah daerah. Selain itu, kalau sekadar minta timbal balik, perlu diperhatikan juga agar gak membuka ruang praktik korupsi. Kita tunggu aja deh bakal seperti apa nantinya. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.