Emil, Djarot Hanya Iri

Emil, Djarot Hanya Iri
Djarot Saiful Hidayat (Foto Tribunnews)
2 minute read

“Kasihan hanya perasaan orang berkemauan baik yang tidak mampu berbuat. Kasihan hanya satu kemewahan, atau satu kelemahan…” ~ Pram


PinterPolitik.com

[dropcap]D[/dropcap]jarot Saiful Hidayat, si politikus hoki dari Blitar yang memulai kariernya di Ibukota untuk mengisi kekosongan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta sepeninggalnya Jokowi yang bertarung di Pilpres 2014 lalu.

Selain itu, Djarot juga menjadi politikus nomaden yang rela berpindah – pindah demi kekuasaan. Dari Blitar menuju Jakarta, lalu melompat ke Kalimantan hanya untuk memegang pelaksana tugas Ketua Umum DPD PDI Perjuangan. Weleeeeh weleeeeh.

Belakangan ini Djarot mengkritik majunya Emil Dardak yang juga kader PDIP di Pilgub Jawa Timur. Hmmm, merasa kecolongan ya weleeeh weleeeh, tapi jangan terkesan seperti sumbu pendek gitu dong ah wkwk

Djarot merasa kasihan dengan warga Trenggalek yang ditinggalkan Emil demi bertarung Pilgub Jawa Timur. Hmmm.


Trenggalek kan masuk Jawa Timur juga, kalau berpikirnya positif sih harusnya warga justru bangga karena Bupatinya bisa memimpin sekaliber Provinsi. Weleeeh weleeeeeh pola berpikirnya jangan negatif dulu makanya.

Hmmm, tentu ada sebab kenapa Djarot gunakan pola berpikir negatif kepada Emil. Satu, merasa kecolongan kader sendiri diambil orang lain. Weleeeh weleeeh

Kedua, suara Banteng di Jawa Timur berpotensi gembos dan pecah. Etttt gimana ya?

Dan yang ketiga, Djarot cemas akan ditugaskan ke Trenggalek. Lah pindah lagi dong dari Kalimantan ke Trenggalek? Ya iyalah.

Kan mengingat Djarot itu politikus hoki yang berkuasa di Jakarta tanpa pemungutan suara, maka kemunginan Banteng akan mengirimkan politikus spesialis hoki dan nomaden gantikan Emil. Hehehe.

Cieeee beruntung lagi, pindah-pindah tapi punya jabatan weleeeeh weleeeeh

Djarot, jangan iri ya. Kemarin sih pas kalah di Pilgub Jakarta mau ditawarin maju lagi di Jawa Timur malah menolak, padahal kan bisa punya peluang. Peluang apa? Peluang mengulang kekalahan weleeeh weleeeeh hehehe.

Kalau gitu sih lebih baik nyari operan jabatan aja ya, weleeeh weleeeeh. Trenggalek menunggumu, Pak Djarot. (Z19)