Di Balik Enggan Ahok Gabung PSI

Ahok 2024
Basuki Tjahaja Purnama (Foto: AFP)
2 minute read

“You either die a hero, or you live long enough to see yourself become the villain,” – Harvey Dent dalam film The Dark Knight (2008)


PinterPolitik.com

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya mau bicara blak-blakan. Setelah bebas dar penjara akibat kasus penistaan agama, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tampak minim sekali berbicara dan sangat berhati-hati. Nah, akhirnya Pak Ahok mau juga berbicara cukup panjang dengan Majalah Tempo.

Ada banyak hal yang diceritakan oleh Pak Ahok dalam wawancaranya dengan Tempo. Ada soal kemarahannya kepada sejumlah pihak, ada juga relasi dengan orang yang dulu pernah berseberangan dengannya.

Namun, di antara itu semua, ada  satu hal yang lumayan menarik yaitu soal keengganan Pak Ahok untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Seperti diketahui, Pak Ahok kan memang memutuskan berlabuh dengan PDIP alih-alih bergabung dengan partai yang dipimpin Grace Natalie itu.

Hmmm, kok bisa ya? Bukannya PSI itu partai yang berisi pendukung-pendukung Pak Ahok?

Kalau merujuk ke wawancaranya dengan Tempo sih, mungkin aja ini tuh ada kaitannya dengan pecah kongsi antara Pak Ahok dengan stafnya yatu Sunny Tanuwidjaja yang belakangan diketahui menjadi Sekretaris Dewan Pembina PSI.

“Gue marah besar”, itu kata-kata yang digunakan Pak Ahok untuk menggambarkan reaksinya ketika mengetahui Sunny menghubungi terdakwa kasus reklamasi M. Sanusi.

Hubungan Pak Ahok dengan Sunny semakin merenggang ketika laporan Tempo menyebut kalau aliran dana ke kelompok relawan “Teman Ahok” itu ada yang diduga berasal dari pengembang reklamasi. Waduh, panjang juga ya.

Hmmm, gimana nih PSI? Kok Pak Ahok bisa enggan begitu ya bergabung dengan PSI? Kan, katanya PSI ini salah satu inspirasinya adalah Pak Ahok, kok bisa sih Pak Ahoknya sendiri justru enggan merapat dan malah bergabung dengan PDIP?

Mungkin ini bisa jadi kritikan awal bagi PSI sebagai partai baru. Kan, mereka ini mengusung kebaruan dan progresivitas dalam berbagai kampanyenya. Nah, sikap Pak Ahok yang marah akibat adanya kaitan dengan isu pengembang apalagi korupsi reklamasi harusnya sih jadi evaluasi bagi mereka.

Sebagai partai baru, idealnya sih PSI bisa serius membuka isu-isu semacam ini. Kalau enggak, mungkin bukan hanya Pak Ahok aja yang bakalang enggan sama partai tersebut. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.