Demokrat Si Penakluk Pangeran

Demokrat Si Penakluk Pangeran
Istimewa
2 minute read

“Kalau ada dua pangeran, satu namanya Prabowo, satu Jokowi, dan dia mencari pasangan. Nah biar Demokrat menjadi gadis cantik itu. Jadi si gadis cantik ini nanti bisa ke sana, bisa ke sini.” ~ Sekretaris Jenderal Demokrat, Hinca Pandjaitan.


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]pa kalian pernah membaca cerita dongeng roman picisan seorang gadis cantik yang mencintai dua orang pangeran tamvan? Apapun awal cerita cinta mereka, pada akhirnya si gadis cantik itu tetap harus memilih satu orang yang akan dijadikannya sebagai suami pendamping hidup. Dan ternyata cerita dongeng roman picisan ini ada juga di dunia nyata.

Kisah roman picisan ini bahkan juga terjadi di dunia politik loh. Ayo tebak siapa gadis cantiknya dan siapa yang jadi kedua pangeran tadi? Uuuu, jadi kepo kan? Nih ya eike kasih tau. Yang jadi pangeran tamvannya itu si Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi), sedangkan yang menjadi gadis cantiknya Demokrat.

Demokrat saat ini memang sedang dalam kondisi serba keki. Ya gimana gak gitu? Rencana mereka untuk menjadi inisiator koalisi poros ketiga gak kunjung terealisasi hingga detik ini. Masing-masing partai pada sibuk dengan agendanya masing-masing. Kan bete juga kalau dikacangin terus-menerus kayak gitu. Kician.

Pada akhirnya Demokrat harus menentukan pada pilihan untuk memilih di antara dua sosok pangeran tamvan. Mmm, kira-kira Demokrat bakal pilih yang mana ya? Secara dua-duanya ganteng HQQ bikin lumer gitu. Ayo, pilih pangeran yang udah berpengalaman memimpin apa yang masih ijo nih? Cie cie, prikitiew.


Tapi eike yakin Demokrat bakal menimang dengan masak kok sebelum memutuskan menjatuhkan pilihan pada siapa hatinya akan berlabuh. Karena pilihannya itu yang menentukan apakah si gadis cantik ini akan menjadi permaisuri di Indonesia, atau sekedar jadi ratu sejagad semalam karena kandas saat Pilpres.

Baca juga :  Corona, Akankah Ma’ruf Amin Diganti?

Dan sebaliknya, baik Prabowo dan Jokowi harus pandai-pandai memutuskan gadis siapa yang akan mereka pinang sebagai calon permaisuri. Kalau salah memilih, apa yang diperjuangkan hanya akan sirnah dalam sekejap. Tapi kalau pilihannya tepat, beuh, jangankan Indonesia, dunia pun akan bisa ditaklukkan. Ya seperti perkataan pemimpin Jerman, Kaiser Wilhelm II (1859-1941): “Give me a woman who loves beer and I will conquer the world.” (K16)