Demiz Berjanji, PKS Sewot?

Demiz Berjanji, PKS Sewot?
3 minute read

Dalam dunia politik yang namanya ‘janji politik’ tentu bukan hal yang aneh lagi, tapi mengapa Hidayat Nur Wahid jadi sewot pada Deddy Mizwar?


PinterPolitik.com

“Nggak tahu saya apa yang dipermasalahin, yang permasalahin bukan saya. Tanya aja ke yang mempermasalahin.” ~ Deddy Mizwar

Gara-gara urusan janji politik, dua politikus bangkotan jadi saling serang di media sosial. Cuitan keduanya ini bahkan sampai viral dan menjadi berita di berbagai media lagi. Kok kedengarannya jadi lucu ya, kayak suami istri yang cerai tapi masih saling buka aib hanya untuk dapat dukungan fansnya.

Nah, apakah itu maksud dan tujuan Wakil Ketua Majelis Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW), mengumbar janji politik yang dibuat Deddy Mizwar (Demiz) dengan Partai Demokrat? Pasti ada niat dibalik ocehan mantan Ketua MPR ini, mengenai pecah kongsinya dengan Wakil Gubernur Jabar tersebut.

Kalau boleh bernostalgia sedikit, sejak awal Partai Putih Hitam ini sebenarnya ngebet banget pingin menjagokan Kang Demiz dengan kader mereka, Ahmad Syaikhu. Sampai-sampai ikut mengatasnamakan Gerindra, partner koalisi andalannya setelah menang di Pilkada DKI Jakarta. Padahal, Gerindra sendiri masih belum jelas pilihannya.


Eh begitu Gerindra lebih memilih mengusung kader sendiri yang orang militer, PKS tentu saja enggak bisa berbuat apa-apa. Wong bos gedenya udah jatuhin pilihan, mana mungkin PKS enggak ikutan? Makanya, sepertinya untuk menutupi rasa malunya (atau rasa bersalah?), Pak HNW ngebawa-bawa urusan kontrak politik Kang Demiz lah ke publik.

Kalau dipikir-pikir, pecah kongsi di koalisi politik itu kan wajar-wajar aja. Sebagai kader Demokrat, mau enggak mau, Kang Demiz memang harus ikut menyukseskan calon presiden dari Demokrat kelak. Siapapun itu. Seperti yang Kang Demiz bilang, Pak HNW juga pasti bakal ikut usung Prabowo kalau PKS (masih) berkoalisi dengan Gerindra kan? So what gitu lho?

Jadi kenapa sampai harus diumbar ke publik ya? Apakah untuk mencari pembenaran bagi PKS untuk balik badan dari Kang Demiz? Atau ini sebenarnya taktik Pak HNW untuk meruntuhkan popularitas Kang Demiz? Wah kok begitu caranya ya? Kenapa enggak diomongin baik-baik dulu ya? Tabayun dulu seharusnya kan Pak Ustadz?

Ya mungkin Pak Ustadz lagi khilaf saking emosinya, karena Kang Demiz kok mau-maunya diusung Demokrat. Lagian, PKS juga jelas lebih milih ngintil ke Gerindra kan daripada dukung Kang Demiz. Jadi wajar aja kalau bintang sosis ini lebih milih pecah kongsi. Terus, emangnya ucapan Pak HNW bakal ngaruh dengan popularitas Kang Demiz? Hmmm, apa mungkin PKS ragu dengan jagoannya sendiri? Wah, istigfar lah Pak Ustadz. (R24)