Dedi Mulyadi ‘Penyelamat Genteng’

Dedi Mulyadi ‘Penyelamat Genteng’
Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 4. (Foto: JPNN)
2 minute read

“Masyarakat coba dipikat, dengan pencitraan palsu yang merakyat.” ~ Najwa Shihab


PinterPolitik.com

Dalam perhelatan kontestasi politik banyak yang diumbar kepada masyarakat. Tak aneh rasanya bila kini masyarakat sedang dininabobokan oleh janji manis.

Namun, masyarakat rasa – rasanya jangan terlalu terpukau dengan berbagai drama komedi politik jelang pesta politik. Bagi politikus, apapun pasti dilakukan yang terpenting suara masyarakat itu bulat memilihnya.

Kini masyarakat dirayu, dimanjakan bahkan diusap – usap, hadeuuhh, tapi kalau sudah terpilih, hmmm jangan harap bisa begitu lagi. Namanya juga drama, politikus lagi memerankan lakon protagonis di depan masyarakat.

Tapi kalau sudah terpilih, biasanya sih jadi lakon antagonis. Jangankan dikritik, dipanggil aja ngamuk. Weiiitss, dipanggilnya sama KPK tapi, weleeeh weleeh rasakan itu.


Dalam momentum Pilkada Serentak 2018, Provinsi Jawa Barat jadi salah satu daerah yang sedang dirayu oleh empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Yang bikin menarik, peserta Pilgubnya itu berasal dari lintas kalangan.

Ada yang Bupati, Walikota, Wakil Walikota, Wakil Gubernur, Polisi sampe Tentara. Makanya tak aneh kalau pertarungannya itu pasti menarik. Yang ikutan begituan semua, weleeeh weleeeh.

Dari keempat pasangan calon itu punya pendekatan dan model kampanye yang berbeda – beda. Tapi salah satu diantaranya, Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur yang juga Bupati Purwakarta itu ikut memanjat atap rumah hanya untuk membantu merenovasi genteng rumah warga.

Hmm, kalau bahasanya anak sekarang. Huuffttt, pencitraan politikus zaman now. Padahal kalau mau cepat dan lebih profesional, mendingan Kang Dedi itu manggil tukang bangunan, biar ga salah – salah kalau mau renovasi. Nanti kalau sama yang ga bisa revonasi, bukannya malah bener tapi malah jadi makin rusak, uhuuukkk uhuuukkk.

Tapi renovasi sih renovasi, itu cuma medium aja buat Kang Dedi di momentum politik kayak gini. Sebenernya kan bukan tentang gimana caranya renovasi rumah yang baik, tapi warga kampung di situ biar tahu kalau calon Wakil Gubernur itu punya perhatian buat rakyat.

Hadeuuuh, Kang Dedi ga punya cara lain apa? Masa mau memikat hati rakyat pake cara begituan? Mungkin cara pencitraan yang terkesan merakyat seperti kata Najwa Shihab begitu masih laku kali ya, jadi Kang Dedi bikin pencitraan ‘palsu’ kaya gitu. Ahhh syudahlah.

Biar dikata seolah – olah merakyat ya Kang Dedi, kalau mau merakyat itu pikat masyarakat dengan gagasan dan bangun spirit untuk membangun Jawa Barat.

Jangan pake naik atap rumah segala. Nyalon jadi Wakil Gubernur kan? Bukan jadi, ahh syudahlah. (Z19)