Dana Pensiun PT Taspen Dipakai Untuk Buyback 12 BUMN?

Foto: Liputan6
2 minute read

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebut nama PT Taspen (Persero) terkait rencana pembelian saham kembali alias buyback 12 perusahaan BUMN dalam  waktu dekat ini.


PinterPolitik.com

Menurut pria yang akrab disapa Tiko ini, 12 perusahaan BUMN tengah  bersiap melakukan buyback untuk meredam dampak anjloknya IHSG.

“Kami akan galang dana pensiun dan Taspen, tentu bisa masuk untuk bantu supaya pergerakan saham lebih stabil,” kata  Tiko saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (11/3). Namun, Tiko, tidak menjelaskan lebih rinci mengenai keterlibatan PT Taspen tersebut.

Sebagaimana diketahui  sejak Senin (9/3), IHSG tercatat anjlok hingga lebih dari 6 persen karena dipicu sentimen negatif global. IHSG ditutup melemah 361,73 poin atau 6,58 persen ke posisi 5.136,81. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 73,28 poin atau 8,26 persen menjadi 813,75.

Menanggapi kejadian itu, kementerian yang dipimpin Erick Thohir ini, langsung bereaksi dan mengumumkan kebijakan buyback. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga,  mengatakan kebijakan ini diambil untuk mengembalikan kepercayaan kepada pasar di tengah anjloknya IHSG. “Mudah-mudahan bisa memperbaiki kinerja pasar kita terhadap isu yang ada,” katanya, Senin (10/3).

Adapun 12 perusahaan yang akan melakukan buyback  diantaranya adalah  Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Bukit Asam, dan BUMN lainnya. Total anggaran yang disiapkan yaitu sekitar Rp 7 sampai 8 triliun.

Menurut Tiko, dalam dua hari terakhir, ke-12 BUMN akan menggelar rapat komisaris untuk menghasilkan keputusan final terkait rencana tersebut.

Tiko menambahkan buyback akan dilakukan berdasarkan kemampuan masing-masing BUMN, baik dari segi likuiditas hingga nilai fundamental perusahaan. Sehingga nantinya akan ada BUMN yang tidak masuk untuk melakukan buyback, salah satunya yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

“Kemarin mapping, yang sahamnya jauh dari fundamental bisa masuk bertahap,” kata dia.

Tiko juga tidak merinci BUMN mana yang berencana melakukan buyback paling awal. “Kalau saham dan fundamentalnya masih dekat mereka gak masuk (buyback), kalau udah jauh mereka masuk,” tandasnya.

Yang jelas, menurut Tiko  terkait rencana buyback ini,  tidak ada suntikan dana pemerintah. Menurutnya semua buyback diserahkan seluruhnya kepada 12 perusahaan pelat merah tersebut.

Namun, jika nantinya PT Taspen menjadi penyelamat saudara-saudaranya di BUMN terkait rencana buyback nanti, para pensiunan diharapkan bisa berlapang dada. (R58)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.