Damai dengan Corona ala Jokowi-WHO

Damai dengan Corona ala Jokowi WHO
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat memohon doa dari masyarakat agar Indonesia terbebas dari virus Corona (Covid-19). (Foto: BPMI Setpres)
3 minute read

“Dreams of reality’s peace” – Kendrick Lamar, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Oke, gengs. Membahas soal kebandelan Covid-19 ini, mimin agak religius dikit gakpapa ya? Mumpung bertepatan dengan Ramadan kan.

Alkisah, diceritakan kalau dahulu ada sosok besar bernama Goliat, seorang Filistin yang tinggi besar dan berkuasa atas semua pasukan. Saking sangarnya Goliat ini, sampai-sampai pihak Israel yang menjadi lakon (protagonis) banyak yang ketakutan.

Saat pasukan Israel ini berjalan menuju medan pertempuran, di mana Goliat dan pasukannya sudah menunggu, beberapa orang Israel ada yang bilang begini, “Duhai, Raja (maksudnya raja Israel saat itu yang bernama Saul atau Thalut), bisa gak sih kita tidak perlu berperang? Damai sajalah. Secara Goliat (Jalut) ini lebih digdaya daripada kita.”

Tapi, omongan mereka ditentang oleh sebagian kelompok lain yang meyakini bahwa pasti kita menang, sebab kita punya Tuhan. Benar saja, Tuhan memberi kekuatan berupa keyakinan dan kecerdasan kepada salah seorang anggota Israel bernama Daud, padahal si Daud ini sebenarnya gak ikut ke dalam pasukan tempur Israel.


Singkat cerita, saat orang Israel dibuat cemas, Daud datang dan menantang si Goliat. Dengan tangkas, Daud pun berhasil memenangkan pertarungannya dengan Goliat.

Membaca kisah itu, kemudian mimin kontekskan dengan kondisi sekarang, agaknya ada kemiripan. Pasalnya, dunia sekarang terpecah menjadi tiga blok: satu, kelompok yang merasa bahwa Corona ini tidak mungkin bisa hilang; dua, kelompok yang yakin bahwa Corona ini bisa dibumihanguskan; dan ketiga, kelompok yang bodo amat.

Untuk kelompok yang terakhir, gak perlu disentil ya. Biarin saja lah. Kita urus yang kelompok satu dan dua saja. Hehehe

Sekarang, kelompok satu telah nyata mulai bersuara. Yang terbaru, Direktur World Health Organization (WHO) Michael Ryan dalam konferensi pers mengatakan begini, “Kita mendapati virus baru masuk ke populasi manusia untuk pertama kali dan, oleh karena itu, sangat sulit untuk memprediksi kapan kita akan mengatasinya. Virus ini mungkin menjadi virus endemi lainnya di dalam masyarakat dan virus ini mungkin tidak akan pernah hilang.”

Duh, degdegan gak sih kalian? Mimin sebenarnya kaget juga sama perkataan pihak WHO ini, tapi berhubung Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga pernah bilang, “Kita harus berdamai dengan Covid-19, yang artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus siap dan hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” makanya kekhawatiran mimin sudah bisa terkondisikan.

Jadi, for your information (FYI) aja nih, sebelum WHO bilang kalau virus ini menjengkelkan, Presiden kita sudah memprediksinya terlebih dahulu lho, gengs. Wih, keren juga kan, Bapak Presiden kita ini. Biso weruh sedurunge winarah (tahu sebelum kejadian).

Tapi, gengs, andai toh Presiden Jokowi dan Michael Ryan ini benar, mimin masih berharap doa dan usaha dari kelompok dua yang meyakini virus ini bakal hilang bisa terwujud ya. Semoga ada Daud (baca: solusi medis) sebagai wujud dari jawaban Tuhan atas doa-doa baik kita semua yang berhasil mengalahkan si biang kerok Covid-19 ini ya, gengs.

Mengapa mimin kok suka sama kelompok dua ini? Sebab optimismenya itu, bahkan kelompok satu pun sebenarnya menginginkan hal ini, hanya saja mereka kurang yakin sih. Itu terlihat pada diksi terakhir perkataan Presiden Jokowi yang menyebut, “…sampai ditemukannya…”

Lagian, Presiden Jokowi kayak-nya lho masih ragu antara perang sama berdamai. Ayo, Bapak Presiden, seng yakin. Ojo ndredek lan gumeter. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.