Dahnil: Rakyat Terpaksa Ngibul

survei internal bpn
Dahnil Anzar. (Foto: Inspiratif News)
2 minute read

“Bila orang tak dapat bohong, tak berarti ia cinta kebenaran.” ~Friedrich Nietzsche


PinterPolitik.com

Di tahun politik para lembaga survei tentu lagi sibuk-sibuknya bekerja untuk mencari tahu arah dukungan rakyat di Pilpres 2019. Ada yang bekerja independen, ada juga yang kerja… ehmmm sesuai pesanan… Hiya, hiya, hiya.

Saat ini, hasil survei yang keluar menunjukkan kalau elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih lebih unggul dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun bedanya, ada yang angkanya berbeda jauh, ada yang cuma beda tipis. Hayo, menurut kalian hasil survei mana yang patut dipercaya?

Survei internal Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi menjadi salah satu lembaga survei yang menjadi sorotan. Kenapa? Ya, karena angkanya kelewat beda.

Menjawab banyak tudingan, Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak angkat bicara. Dia menjelaskan kenapa hasil survei BPN suka beda daripada yang lain, terutama kalau dibandingkan dengan hasil survei punyanya Denny JA. Jauuhh…


Kalau kata Dahnil, sebenarnya dukungan untuk Prabowo-Sandi itu udah besar hanya saja tersendat. Menurut Dahnil, banyak masyarakat yang takut menyuarakan dukungannya untuk Prabowo-Sandi. Mereka kadang terpaksa menyembunykan dukungannya. Hmm, tapi masa sih?

Dahnil juga menyebut kalau ada banyak kepala daerah yang nggak bisa berbuat apa-apa karena takut dengan aparat hukum.

Weleh-weleh, kenapa dengan aparat hukum? Emang kalau ketahuan dukung paslon bisa dipenjara gitu? Dalam aturan kan kepala daerah memang nggak boleh secara terang-terangan mendukung paslon tertentu. Kalau mau ikut kampanye harus cuti. Tapi masa iya sampai diisengin aparat?

Elektabilitas Prabowo-Sandiaga rendah katanya karena rakyat ngibul. Percaya nggak ya? Click To Tweet

Jadi gaes, menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini, banyak masyarakat takut jika didatangi oleh lembaga survei. Mereka takut jika orang yang datang itu merupakan pihak berkepentingan. Akibatnya rakyat kerap berbohong dengan mengaku sebagai pendukung pasangan calon nomor urut 01.

Baca juga :  Portal Aduan ASN, Thoughtcrime Jokowi?

Dahnil konon mendengar hal tersebut dari kesaksian seorang ibu-ibu. Katanya kalau ditanya mereka pasti jawabnya pilih Jokowi. Padahal dalam hatinya si ibu itu tetap Prabowo-Sandi. Begitu gaesEhh tunggu dulu deh, ini fakta atau hoaks? Hanya memastikan. Aku tuh nggak mau jadi agen penyebar hoaks. Hehehe.

Hal tersebut dianggap Dahnil sebagai penyebab adanya perbedaan lembaga survei. Sehingga jika ada lembaga survei yang mengatakan Prabowo-Sandi elektabilitasnya masih terpaut jauh dari petahana, Dahnil mengaku santai menanggapinya.

Uwuwuw, yakin nih? Nggak mikir, jangan-jangan warga juga suka bohong kalau BPN yang tanya soal pilihan politik? Siapa tahu loh ya. Kan dalamnya hati seseorang nggak ada yang tahu. (E36)