Corona, Peduli Jokowi untuk Dokter?

Corona Peduli Jokowi untuk Dokter
Presiden Jokowi ketika meninjau ruang perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (Foto: Kompas)
3 minute read

“I saw them standing right there. Kinda thought they might care” – Billie Eilish, penyanyi asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Cuy, udah pada tahu gak nih informasi yang menghebohkan jagad Indonesia baru-baru ini? Mungkin, di antara teman-teman ada yang sudah tahu, tetapi ada juga yang belum tahu. Bagi yang belum tahu nih bakal kita kasih informasinya nih, gengs.

Ceritanya begini, cuy. Dalam kondisi yang serba memprihatinkan dan penuh tantangan seperti sekarang ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sejumlah organisasi profesi lain dikabarkan menyampaikan protes dan mengancam pemerintah akan mogok menangani pasien yang terinfeksi virus Corona, cuy. Wadadaw, bahaya banget dong ini pastinya.

Kan, mereka adalah pihak yang berada di garda terdepan nih, cuy, sekarang. Kalau mereka mogok kerja, terus yang merawat pasien siapa dong? Masa pasien merawat diri mereka sendiri? Hmmmm.

Ada apa ya kok sampe mengancam pemerintah seperti itu? Masalahnya ini dokter ya, cuy. Kalau aktivis sih udah biasa melakukan protes bahkan melontarkan ancaman kepada pemerintah. Hehehe.


Duduk permasalahannya begini, cuy. Ternyata, IDI dan sejumlah organisasi profesi memberikan protes kepada pemerintah jika tidak menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Pasalnya, tidak sedikit para tenaga medis yang kekurangan – bahkan tidak mendapatkan – APD yang memadai, cuy.

Pasti sebagian udah dengar informasinya dong bahwa terdapat dokter yang sampai menggunakan jas hujan sebagai APD. Parah banget kan gengs.

Bahkan, dalam isi surat yang dilayangkan itu, mereka menjelaskan bahwa tidak sedikit dokter yang telah tertular virus Corona bahkan sudah ada yang meninggal. Weleh-weleh, pantes ya mereka meminta kepastian sikap pemerintah bahkan memberikan ancaman seperti itu ya cuy. Hmmmm.

https://www.instagram.com/p/B-ZRzUCFFj2/

Ngomong-ngomong, langkah apa yang akan diambil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) nih, gengs, dalam kondisi seperti ini? Masa mau mencontoh langkah yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang tidak memberikan intervensi sehingga para Gubernur negara bagian Amerika saling tawar menawar dan saling berebut APD?

Yaa, kalau Amerika Serikat sih sistem negaranya federal sehingga negara bagian mempunyai tanggung jawab untuk menjamin keselamatan warga negara bagiannya. Itu saja Trump masih diminta memberikan intervensi.

Kalau Indonesia kan berbentuk negara kesatuan sesuai dengan undang-undangnya, jadi terdapat seorang Presiden sebagai pemegang otoritas tertinggi. Wong bicara lockdown sedikit saja langsung ditegur. Hehe.

Kalau begini, harusnya pemerintahan Jokowi mempunyai tanggung jawab dong cuy untuk mengakomodir dan memberikan jaminan ketersediaan APD. Masa para Gubernur disuruh bergerak sendiri untuk mencari APD? Upsss.

Hmm, nanti kalau bergerak sendiri dimarahin lagi gak ya sama Menteri? Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya kan sempat “disemprot” sama Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate karena memberikan informasi penyebaran Corona di wilayah Jakarta tanpa koordinasi.

Jadi serba salah ya, gengs. Bergerak sendiri salah. Nggak bertindak cepat juga pasti salah. Hadeuuhh.

Bagaimana pun kondisinya, semoga para dokter dan perawat yang saat ini menjadi garda terdepan bangsa secepatnya mendapatkan kejelasan nasib ya, cuy. Aamiin. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.