Corona, Maukah Terawan Sumbang Gaji?

Corona Maukah Terawan Sumbang Gaji
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan keterangan pers setelah meninjau dua pasien positif Corona di RSPI Sulianti Saroso. (Foto: Antara)
3 minute read

“Donate a million to some children. that’s just how I’m feeling” – Drake, penyanyi rap asal Kanada


PinterPolitik.com

Gengs, sadar gak sih? Ketika dunia ini menghadapi pademi Corona seperti sekarang, kita menemukan faktar-fakta yang mencengangkan. Hayo, coba tebak, apa tuh fakta yang mencengangkan?

Eits, jangan negative thinking dulu dong. Meski banyak juga fakta negatif – seperti Donald Trump yang malah menyebut virus ini sebagai Chinese virus, kali ini fakta yang akan kita kasih tahu positif banget loh.

Jadi, ceritanya begini cuy. Karena pademi Corona yang tidak berkesudahan ini, tidak sedikit pejabat publik di luar sana menyumbangkan sebagian gajinya untuk penanganan COVID-19 ini.

Di Korea Selatan misalnya, pejabat publik di tataran eksekutif sepakat mendonasikan gajinya sebesar 30 persen selama empat bulan untuk penanganan Corona. Hmmm, banyak juga ya, gengs.


Kalau pejabat di Indonesia bagaimana ya, cuy? Mau gak ya mereka mendonasikan sebagian gajinya untuk kepentingan masyarakat Indonesia?

Hmm, susah sih jawabnya, dana sebesar Rp 62 triliun yang dialokasikan oleh Menteri Keuangan tidak dikorupsi aja udah bersyukur banget ya gengs kita sebagai warga negara +62. Eeeh, warga Indonesia. Hehehe.

Tapi pertanyaan itu emang berat banget sih cuy, gak berani jawab deh kalau pertanyaannya seperti ini. Kalau kata Dilan nih, “Milea jangan dijawab, pertanyaannya berat biar Menteri Kesehatan saja”. Upsss, mungkin kita bisa tanya ke Menteri Kesehatan nih. Hehehe.

Gimana nih. Pak Terawan? Bapak setuju gak kalau gajinya dipotong 50 persen untuk disedekahkan ke masyarakat Indonesia? Kan bapak sebagai pejabat publik yang mempunyai otoritas juga dalam penanganan wabah Corona.

Kelihatannya sih masyarakat  Indonesia sangat menerima dengan senang hati kok. Kalau bahasa Jawanya sih kita gak muluk-muluk alias gak berharap banyak. Maklum udah sering dikecewain. Hehehe.

Masa sih sekelas pejabat kementerian kalah sama anggota-anggota DPR dan kepala desa. Kepala Desa Talunombo di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, saja bersedia loh menyumbangkan 100 persen gajinya untuk masyarakat.

Bahkan nih, yang bikin terenyuh adalah alasan doi menyumbangkan gajinya cuy, yaitu ingin meringankan beban pemerintah pusat yang saat ini menurutnya pasti memerlukan biaya besar. Weleh-weleh, pak Kades ini kok baik banget dan penuh perhatian ya cuy.

Tapi by the way nih cuy, di mana ya Menteri Kesehatan? Kok ketika pademi Corona lagi ramai banget seperti saat ini malah tidak pernah mengeluarkan sepatah dua kata sama sekali. Tidak seperti sebelumnya ketika Corona belum menghampiri wajah Indonesia.

Apa jangan-jangan doi sudah tidak diperbolehkan berkomentar ya? Soalnya kan, komentar doi kerap dianggap aneh-aneh cuy. Masa doi bilang kalau orang Indonesia kebal terhadap virus Corona? Katanya sih, karena orang Indonesia suka berdoa.

Ya, terlepas dari itu semua, semoga saja Menteri Kesehatan setuju ya gengs dengan usulan kita yang meminta doi mendonasikan gajinya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Lagi pula, beliau kan juga pernah tuh menyumbangkan gajinya dulu untuk defisit BPJS. Hehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.