Corona, KPK Jadi Anti-Mainstream?

Corona KPK Jadi Anti-Mainstream
Ketua KPK Firli Bahuri dikabarkan cakap dalam memasak nasi goreng. (Foto: Istimewa)
3 minute read

But ever since that day, I was lookin’ at him different Kendrick Lamar, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Eh, tahu gak gengs? Di tengah kesemrawutan perang antara negara kita tercinta dengan virus-virus kecil tapi tangkas bukan main bernama Corona (Covid-19) ini, masih saja ada segelintir oknum yang kurang tahu diri. Bukan membantu, malah tambah membuat bingung.

Sudah menjadi rahasia umum kalau pandemi Covid-19 ini menyebabkan ekonomi bangsa mengalami penurunan. Hal ini dilihat dari terus merosotnya mata nilai uang rupiah. Untuk menangani kekacauan ini, banyak kepala daerah yang memotong gaji pegawainya guna membantu penanganan virus newbie ini.

Namun, ternyata ada juga orang-orang yang dengan tidak tahu dirinya meminta kenaikan gaji meskipun sudah kelimpahan uang gaji. Hadeuuhh, kebangetan banget ya, cuy.

Sebenarnya sih akan terasa wajar dan dimaklumi apabila kedudukan oknum yang minta naik gaji ini berprofesi sebagai butuh harian atau tukang sapu jalanan pemerintahan kota gitu, cuy. Yaaah, karena mereka dengan gagah berani melawan rasa takut mati untuk tetap keluar rumah guna menjalankan tugas.


Sayangnya nih, cuy, mereka yang meminta kenaikan gaji ini berada di bawah naungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hadeuhhh, pusing kepala barbie kalau memikirkan ini.

Kalau dipikir-pikir, meminta kenaikan gaji di saat pandemi Corona seperti ini bisa dikatakan tindakan yang kurang manusiawi ya, gengs. Dis aat rakyat terserang ketakutan dan kekhawatiran tentang kekurangan makanan dan kehilangan pekerjaan, para pejabat KPK dengan wajah semringah dan hati bahagia malah ongkang-ongkang kaki dan masih saja berharap ada lebihan. Kalau seperti itu kan jatuhnya miris dan ironis. Iya gak, gengs?

Padahal nih, banyak pejabat yang berniat menyumbangkan gajinya untuk menangani pademi Corona karena merasa prihatin dengan kondisi Indonesia. Lah, ini pejabat KPK malah melawan trend, cuy. Mereka meminta kenaikan gaji. Hmm, KPK lagi pengen jadi anak anti-mainstream apa?

Sebenarnya, wajar cuy jika pegawai atau karyawan meminta salary lebih kepada bosnya. Dengan catatan selama bekerja, pegawai ini memiliki kinerja yang baik.

Tapi, untuk KPK rasanya kok berat ya merelakan uang rakyat dipakai untuk tambahan gaji mereka? Apa gak terlalu muluk ya jika mereka meminta kenaikan gaji?

Karena ya itu, lembaga adhoc ini disebut-sebut tidak memiliki kinerja yang memuaskan di kepemimpinan yang baru seakarng. Ada banyak kasus yang mana KPK kurang becus dalam mengurusnya.

Contohnya saja kasus  Harun Masiku yang hingga kini masih hilang bagai ditelan bumi. Sudah hampir empat bulan kasus ini diangkat ke publik dan Pak Harun pun belum menunjukkan batang hidungnya – entah aparat KPK yang kurang teliti atau Pak Harun yang sangat licin dalam bemain petak umpet ya, gengs. Hadeeh.

Ya, semoga aja para pejabat KPK ini secepatnya terbangun ya, biar mereka sadar bahwa hidup permintaan kenaikan gaji lagi gak nge-trend banget. Masa pejabat-pejabat KPK ini nggak pantau media sosial nih buat tahu apa yang lagi trending? Hehehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.