Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Tito Siap “Gantikan” Terawan?

Tito Siap “Gantikan” Terawan?


F46 - Sunday, July 26, 2020 19:00
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengenakan masker dengan motif wajah ketika menghadiri Rakor Persiapan Pilkada Serentak di Sulawesi Selatan. (Foto: Humas Pemprov Sulsel)

0 min read

“Bagi orang yang tidak puas, tidak ada jabatan yang menyenangkan” – Merry Riana, motivator asal Indonesia


PinterPolitik.com

Cuy, dalam realita kehidupan sosial, tidak sedikit ya ada orang secara mendadak sok ikut campur dalam urusan orang lain, entah itu doi sebenarnya care atau hanya sekedar ingin ikut campur dan memperkeruh sebuah masalah. Gimana sih, menurut kalian, kalau ada orang yang seperti itu?

Pasti kalian gemes banget kan ya. Apa lagi kalau ternyata itu berkaitan dengan urusan kalian. Beeh, rasanya tuh gimana ya? Isinya emosi, jengkel, dan dongkol banget deh pokoknya.

Nah, kondisi ini juga saat ini sedang terjadi dalam dunia pemerintahan di Indonesia, gengs. Begini ceritanya. Kemarin, secara mengagetkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian angkat bicara soal penanganan pasien meninggal karena Covid-19.

Doi menilai bahwa sebenarnya cara terbaik untuk menangani jenazah pasien positif Covid-19 itu dengan cara dibakar ketimbang dimakamkan. Menurutnya, hal ini bertujuan agar sang virus yang menginfeksi jenazah turut mati karena terbakar api, cuy, ya, meski Pak Tito juga menyatakan bahwa cara seperti ini mempunyai potensi menuai pro dan kontra di tengah masyarakat Indonesia.

Kalau mimin pikir sih bukan hanya kemungkinan, tapi pasti malah akan ditolak oleh masyarakat. Lahwong, pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 saja sampai saat ini masih menuai pro dan kontra, apa lagi dibakar.

Beeh, pasti ramai tuh. Bahkan, nanti pasti ada saja pelintiran dari pihak-pihak tertentu yang tidak suka dengan pemerintah.

Tak hanya itu, cuy, Pak Tito juga menjelaskan secara rigid dan sistematis loh bahwa Covid-19 juga bisa dibunuh dengan larutan alkohol di atas 70 persen. Selain itu, bisa mati pada suhu 50oC. Bahkan, pancaran sinar ultraviolet seperti sinar matahari juga bisa membunuh si Covid-19 ini.

Makanya, sebenarnya gak susah kok, menurut mimin, untuk mengurangi penyebaran Covid-19 ini – asal masyarakat mau disiplin. Salah satunya yaitu dengan sering-sering cuci tangan karena mencuci dengan sabun di air juga sudah bisa mematikan sang virus.

Tapi, sebentar deh, Pak Tito ini kok dilihat-lihat seakan menjadi seorang ahli kesehatan dadakan ya. Padahal, kan bapak seorang Mendagri.

Hmm, apa ini hasil dari riset kecil-kecilan dari googling sebelumnya pak? Kan, Pak Tito kemarin cerita kalau sempat berseluncur di internet sembari mencari informasi soal Covid-19. Hehehe.

Apakah mungkin Pak Tito pengen pindah jabatan dan menggantikan Pak Terawan jadi Menteri Kesehatan (Menkes)? Ya, mungkin hanya Pak Tito yang tahu. Tapi, bila benar begitu, mungkin kutipan Merry Riana di awal tulisan bisa menginspirasi. Hehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait