Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Terawan Semakin Membingungkan?

Terawan Semakin Membingungkan?


F46 - Thursday, July 16, 2020 18:30
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto (tengah) menerima penjelasan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Humas Kota Surabaya)

0 min read

“A great leader is inspirational and motivational, but is also driven to great execution” – Adena Friedman, CEO Nasdaq Inc.


PinterPolitik.com

Pernah dengar kalimat 'easy to say but hard to do' kah, cuy? Pasti pernahlah, ya. Lagian, sejak kecil juga kita mendengar arti padanan kalimat itu dalam sebuah peribahasa “tong kosong nyaring bunyinya” dan jargon “sedikit bicara banyak bekerja”. Nah, saking pentingnya energi dalam kalimat tersebut, sampai-sampai banyak sekali film, terutama tentang kepemimpinan yang mengampanyekannya.

Salah satu film yang mimin kagumi ialah Crows Zero. Mungkin nih, rata-rata orang menangkap film ini cuma bercerita tentang kenakalan remaja tetapi, menurut mimin, justru film ini mengajarkan kepemimpinan sih.

Dalam film tersebut, ada banyak pemimpin kelompok yang sangat dihormati pasukannya. Dan, tahukah kalian bahwa mereka yang menjadi pemimpin itu tidak ada yang banyak bicara?

Coba saja dicek deh – mulai dari Genji Takiya, Tamao Serizawa, sampai 'great leader preman' Hideo Takiya. Mereka semua lebih banyak eksekusi langsung daripada mengumbar pembicaraan yang membosankan dan terkesan sok-sokan.

Hasilnya, mereka dibanggakan oleh anak buahnya pun dihormati banyak kalangan. Begitulah film ini mengajarkan, betapa penting bagi seorang pemimpin untuk memahami, bahwa eksekusi lebih dibutuhkan ketimbang banyak bicara soal konsep dan konsep.

Nah, sama halnya dalam kehidupan bernegara, pemimpin juga harus banyak bekerja daripada berbicara, pun harus banyak mengeksekusi daripada mengonsepsi suatu istilah. Apalagi kalau istilah yang dikonsepkan itu bukannya membuka kesadaran masyarakat, melainkan tambah membikin beban pikiran saja. Hadeh.

Coba deh, nggak perlu jauh-jauh ke masyarakat luas, kita sendiri saja lho bingung juga menerjemahkan istilah-istilah yang akhir-akhir ini dilontarkan oleh salah satu pemimpin kita soal kesehatan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, seperti 'kasus suspek', 'kasus probable', 'kasus konfirmasi', dan lain-lain sebagai ganti dari istilah yang lebih dulu kita ketahui – yakni OTG, ODP, dan PDP – sebagaimana yang tertera dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019.

Begini lho, cuy, di mana-mana, masyarakat itu nggak pernah minta yang aneh-aneh kepada para pemimpin. Cukup persoalan yang menyusahkan diatasi saja, mereka sudah bersyukur lho. Itu artinya daripada Pak Menkes membuat istilah baru. Mending fokus saja mengeksekusi rencana penanganan Covid-19 dengan baik dan benar.

Percayalah, Pak, masyarakat kita ini lebih suka bekerja daripada mengapal istilah-istilah itu. Lagian kalau mau main babagan ‘pengistilahan’, Pak Menkes ini rasa-rasanya kok seperti anak gaul Jakarta Selatan (Jaksel) saja ya, cuy. Suka pakai istilah-istilah yang keren, tapi malah membuat banyak orang bingung. Upss.

Kayaknya nih, gengs, mimin musti mengingatkan, bahwa Pak Menkes Terawan dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebab diyakini mampu mengeksekusi banyak program kesehatan, mengingat Pak Terawan kan pernah berhasil mengeksekusi pekerjaan dengan sempurna di RSPAD, bukan dipilih karena pandai beretorika. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait