Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Strategi ‘Investasi Vaksin’ ala Luhut

Strategi ‘Investasi Vaksin’ ala Luhut


F46 - Wednesday, July 22, 2020 18:00
Luhut Binsar Panjaitan memberikan keterangan pers ketika masih menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada tahun 2015 silam. (Foto: Antara)

0 min read

“Investasi yang berhasil adalah mengantisipasi antisipasi orang lain” – John Meynard Keyness, ekonom asal Inggris


PinterPolitik.com

Ada yang sudah pernah menonton film Contagion? Bagi yang belum, kayaknya perlu deh menontonnya, sebab ada plot-plot yang menarik. Yang bikin penasarannya nih, oleh beberapa orang, film itu dipersamakan dengan apa yang sedang melanda dunia, pandemi Covid-19.

Nah, mimin coba ambil satu kejadian yang agak sama dan kayaknya bakalan terjadi deh. Jadi, dalam film itu ada cerita tentang bagaimana akhirnya vaksin menjadi senjata pamungkas yang tidak bisa dielakkan untuk menangani keganasan virus yang dalam film itu disebut MEV-1.

Uji klinis vaksin ini sangat lama sekali tetapi, sebab pemerintah negara-negara di dunia sudah tidak sabar ingin segera hidup normal seperti semula, maka mereka siap menanti kelahiran vaksin ini.

Terlepas dari pembicaraan yang membandingkan film itu dengan pandemi sekarang, mimin mau memberi kabar baik, bahwa pemerintah Indonesia, setelah menunggu lama, berhasil mendaratkan vaksin yang diambil dari Tiongkok. Memang tidak bisa langsung pakai sih, lha wong sekarang saja masih diuji sama Bio Farma.

Tapi, minimal itu bisa menjawab ketidaktenangan kita tentang jurus apa yang hendak diambil pemerintah kan, cuy.

Meski begitu, mimin rasa-rasanya kok agak aneh sih dengan pengadaan vaksin ini. Selain tidak begitu mengemuka beritanya, juga kok yang banyak ngomong progress vaksin RI ini justru Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman danInvestasi (Menko Marves) Luhut B. Panjaitan.

Mimin sih berpikir kenapa nggak Menteri Kesehatan saja yang ber-statement ya? Lagian, meski Pak Luhut Menko, tapi kan doi nggak membawahi Menkes gitu lho.

Sebab Menko Marves hanya membawahi kementerian tertentu saja. Apa jangan-jangan alasan di balik Pak Luhut banyak bicara mengenai vaksin ini adalah sebab sebenarnya di balik program ini tersimpan strategi untuk menarik investor supaya mau segera beraktivitas lagi di Indonesia?

Atau, bisa saja diartikan bahwa menurut Pak Luhut vaksin merupakan bahan investasi yang bisa ditawarkan ke para investor yang mau menanam biaya di program vaksin ini gitu lho, cuy? Jadi, mirip-mirip peribahasa "sekali dayung, dua pulau terlampaui". Sekali program, kesehatan dan ekonomi bisa terkendali.

Hmm, semua ini tentu belum bisa dipastikan kebenarannya. Tapi, kalau memang benar begitu keren banget nih, cuy, Pak Luhut.

Strategi ekonominya sistematis banget. Mimin jadi mengerti sekarang deh kenapa kok setiap kali Pak Luhut bicara tentang penanganan Covid-19 selalu dikaitkan dengan geliat ekonomi. “Saya kira Presiden sudah umumkan kemarin, kami sudah dipanggil, dilaporkan secra terpadu, penanganan Covid-19 dengan ekonomi itu akan berjalan seiring," ucapnya saat acara di Cilacap.

Ya sudah, mimin sih bersyukur kalau memang agenda kesehatan dan ekonomi bisa berjalan seiring. Namun, yang perlu digarisbawahi nih, jangan sampai kita terbuai dengan harapan di luar konteks kesehatan.

Lagian, andai ternyata berdampak pada kebaikan ekonomi ya itu bonus, dan biarlah Pak Luhut yang mengurus. Secara mimin khawatir andai ini cuma lip service khas para politisi untuk mendamaikan bursa saham dan geliat investasi dalam negeri saja. Sementara, masih mimin pantau. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait