Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?


F46 - Tuesday, November 3, 2020 7:00
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (kanan) bersalaman dengan mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita (kiri) pada tahun 2016 silam. (Foto: AP)

0 min read

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia


PinterPolitik.com

Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu kelabakan mengurus perekonomian nasional? Kali ini, lewat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, kita mendapat jawabannya.

Adalah penjajahan yang menjadikan ekonomi Indonesia 'linglung' sampai sekarang, cuy. Hal itu disampaikan Bu Ani – sapaan akrab Sri Mulyani – saat sambutan dalam acara peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-74.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, sebenarnya beban ekonomi Indonesia adalah pada sektor utang negara. Dan, ternyata, utang ini sudah disengaja oleh Belanda saat hendak mengakui kemerdekaan Indonesia, cuy.

Belanda terbukti mewariskan utang kepada Indonesia sebesar 1,13 miliar dolar AS sebagai syaratnya. Tentu, itu bukan jumlah kecil, cuy. Apalagi di awal berdirinya republik, Indonesia sebenarnya juga sedang dalam kondisi butuh uang banget lho.

Jadi, ibarat kata, Indonesia yang masih usia bayi harus menanggung dua beban, yakni membangun rumah dan melunasi utang kontrakan. Bayangkan. Kayak apa pusingnya para pendiri negara ini? Ckck.

Makanya, akibat sedari awal kondisi ekonomi Indonesia sudah carut marut seperti itu sehingga nggak heran apabila upaya pembangunan ekonomi selalu kelabakan. Mengalami efek domino-lah dalam bahasa akademisnya.

Beruntung bagi Indonesia karena memiliki mentalitas petarung hasil warisan dari para pejuang bangsa. Buktinya, setiap kali ada krisis yang melanda ekonomi nasional, kita selalu bisa mencari jalan keluar, cuy – mulai dari tantangan ekonomi berupa nasionalisasi, hiperinflasi, krisis keuangan 1998, dan krisis global 2008, semuanya Indonesia hadapi dengan gagah berani.

Lagian, entah kenapa ya saat menyimak isi pidatonya Bu Ani tentang penjajah sebagai biang kerok permasalahan ekonomi Indonesia tuh tiba-tiba pikiran ini melayang kepada sosok Soekarno. Sebagaimana diketahui, Soekarno kan paling gedeg dengan penjajahan toh.

Pernah tuh dalam pidatonya, Soekarno mengatakan bahwa segala bentuk penderitaan rakyat disebabkan oleh penjajahan asing yang memendam kekayaan rakyat Indonesia. Hmm, apa mungkin ya Bu Ani ini seolah meniru gaya ala Soekarno? Upps. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait