Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Sri Mulyani-Sandiaga “Cubit-cubitan”?

Sri Mulyani-Sandiaga “Cubit-cubitan”?


A43 - Friday, October 1, 2021 20:00
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (kiri) bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (kanan) pada 12 Januari 2021 lalu. (Foto: Istimewa)

0 min read

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tampak saling sindir dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terkait pemotongan anggaran dalam kegiatan Rakornas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 27 September 2021.


PinterPolitik.com

Di suatu pagi di alternate universe Bumi-45, segala perangkat elektronik telah tampak tertata dengan rapi di meja – mulai dari perangkat komputer hingga perangkat lampu. Mungkin, ini merupakan penampakan sehari-hari yang selalu ada di setiap rumah kala pandemi Covid-19 melanda.

Penampakan seperti ini tak terkecuali hadir di rumah Sandiaga Uno yang menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Hari itu, Sandi dijadwalkan untuk hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang ternyata juga dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Ani).

Sandi: Hmm, sudah kedengeran belum suara saya? Oke, selamat pagi, kawan-kawan. Mari kita tetap semangat di pagi ini untuk membangun bangsa. Eh, ada Bu Menkeu juga ya hadir di sini.

Ani: Halo, Pak Sandi. Selamat pagi juga.

Sandi: Seperti biasa, saya mau berbalas pantun dulu sebelum memulai hal-hal serius. Pagi hari enaknya kita berolahraga lari. Selesai lari sarapannya di pinggir kali. Bu Menkeu mari sama-sama semangat membangun negeri. Agar pariwisata ekonomi kreatif Indonesia pulih kembali.

Baca Juga: Bila Sri Mulyani Ikut Kuis

Moneypiercer Sandiaga Uno Sri Mulyani

Ani: Wah, boleh ini. Saya balas ya. Pak Jokowi makin lama makin kurus. Harus makan nasi tanpa banyak dalih. Mohon maaf, Pak Sandi, biar lurus. Pandemi perlu diatasi, bukan malah pulih.

Sandi: Wah, hahaha. Indonesia punya lautan yang indah. Ketika berenang, bertemu sotong. Visi-misi atasi pandemi sudah. Eh, anggaran Parekraf malah dipotong.

Ani: Makan Soto Betawi emang paling top. Eh, kolesterol tinggi malah bikin pusing. Bukan maksud uang kami stop. Ini semua soal refocusing. Tuh, ayo, gimana, Pak Sandi?

Sandi: Hmm, hold my beer. Pergi mancing mencari ikan di kali. Nggak tau cara masak, tanya Siri. Saking nggak ada duit, gangguan teknis tiga kali. MC Rakornas pun asisten saya sendiri.

Ani: Makin sini, makin banyak yang pansos. Outfit atas-bawah harus hypebeast. Bu Risma juga butuh dana bansos. Kementerian lain harus bisa hemat abis.

Sandi: Beli sarapan di New York harganya 80 sen. Ternyata cuma dapat kue cubit. Masa iya anggaran dipotong 42 persen? Lama-lama, panggil Bu Susi biar dicubit.

Kabarnya, battle pantun ala Pak Sandi dan Bu Ani ini pun masih berlanjut hingga sekarang karena pemotongan anggaran Kemenparekraf. Padahal, mereka sebenarnya saling memiliki tujuan yang sama, yakni untuk mendukung pemulihan ekonomi bagi masyarakat Indonesia pasca-pandemi Covid-19. (A43)

Baca Juga: Menuju ‘Push Rank’ ala Sandiaga?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait