Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Siapa Belum Merdeka Menurut Anies?

Siapa Belum Merdeka Menurut Anies?


R17 - Wednesday, October 18, 2017 18:01
Siapa Belum Merdeka Menurut Anies?

0 min read

Anies Baswedan telah dilantik menjadi gubernur paling puitis sepanjang sejarah Jakarta. Kini, waktunya dia untuk memerdekakan mereka yang belum merdeka. Agar merdeka tak hanya jadi puisi.






PinterPolitik.com

[dropcap size=big]A[/dropcap]nies Baswedan adalah salah satu politisi yang paling semangat menjanjikan kemerdekaan. Hampir di setiap momentum pidato atau debatnya, berkali-kali ia mengucap janji itu.

Konsistensi memang perlu dalam politik, terlebih melihat dirinya yang berpindah haluan demi nyagub. Harus ada satu janji yang konsisten dipegang: janji kemerdekaan. Ya, sejak konvensi Partai Demokrat sampai menang di Pilgub DKI, si kemerdekaan selalu dijanjiin.

Tapi, saya takutnya Bapak cuma jual mimpi sih. Mau lihat negara yang merdeka, ya itu Korea Utara. Semua milik pribumi. Mimpi siang bolong gitu, kan jadinya, Pak. Nanti gagal diwujudkan lho, Pak.

Sekarang, mau merdeka dari siapa kita, Pak? Di jalan saja kita tidak merdeka. Motor pabrikan Jepang. Mobil pabrikan Jerman. Bus pabrikan Tiongkok. Vespa saya aja buatan Italia. Malahan semua orang berebut ‘merdeka’ dengan menunjukkan arogansi mengemudi.

Mau merdeka dari siapa kita, Pak? Di rumah saja tidak merdeka. Perabot dari Swedia. Mandi dan gosok gigi, alatnya dari Belanda. Nonton TV, TV-nya dari Jepang lagi. Siarannya TV-nya, anime dari Jepang lagi!

Mau merdeka dari siapa kita, Pak? Mau jajan di luar saja tidak merdeka. Waralaba ayam goreng dari Amrik. Minuman soda dari Amrik juga. Cuma bir saja lah kita merdeka, gara-gara bir bergambar bintang yang tenar itu. Itu pun dilarang-larang di convenient store.

Mau merdeka dari siapa kita, Pak? Punya ponsel pintar saja tidak merdeka. Kalau gak buatan Amrik, Korea, atau Taiwan. Laman-laman yang dibagi di Facebook dan Twitter, semua dari Barat. Kan orang-orang kita trauma banget sama Barat. Bapak jangan ya, kan Bapak alumni Northern Illinois.

Ah, Bapak terlalu tinggi bilang merdeka-merdeka tanpa ada turunannya. Dijelasin ya pak, merdeka seperti apa kita seharusnya dari globalisasi, apalagi di Jakarta yang megapolitan begini.

Ya, itu semua namanya globalisasi Pak. Saya curiga jangan-jangan merdeka disini literally MERDEKA Pak. Mau membuat pembebasan dan bikin Jakarta jadi ‘negara pribumi’ lagi. MERDEKA PRIMORDIAL. Duh, jangan memerdekakan pribumi ya Pak!!! Pribumi atau non-pribumi orang Indonesia juga, Pak!!!

Ah, kita semua tahu sih Bapak pandai retorika. Asal jangan lima tahun nanti retorika terus, ya Pak! (R17)

Berita Terkait