Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Sebuah Kisah Celeng dan Banteng

Sebuah Kisah Celeng dan Banteng


A43 - Thursday, October 14, 2021 17:00
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) dalam suatu acara. (Foto: Antara)

0 min read

PDIP kembali dibuat ramai oleh perpecahan politik internal antar-kubu setelah muncul deklarasi dukungan kepada Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 dari sejumlah kader PDIP. Alhasil, muncul lah label Barisan Celeng yang diberikan di tubuh internal partai berlambang banteng tersebut.


PinterPolitik.com

Meski belum tentu semua orang setuju, sebagian besar pakar biologi setidaknya meyakini bahwa makhluk hidup telah mengalami evolusi dari generasi ke generasi. Alhasil, komponen-komponen biotik di muka Bumi bakal terus mengalami perubahan dari masa ke masa.

Mungkin, ini mengapa evolusi di Bumi-00 sedikit berbeda dengan evolusi yang terjadi di alternate universe Bumi-45. Bila di Bumi-45 hanya umat manusia yang mengalami evolusi ter-advanced, di Bumi-00 evolusi ternyata bisa terjadi pada banyak jenis hewan.

Cebong, banteng, kadrun, dan kampret, misalnya, ternyata memiliki kemampuan untuk berbicara. Bahkan, hewan-hewan ini ternyata bisa berpolitik layaknya manusia di Bumi-45.


Kambing Hitam: Hear ye! Hear ye! Dicari calon presiden untuk negara US alias United Satwas.

Cebong: Wah, kayaknya asyik nih kalau bisa jadi Presiden US. Inilah saatnya para cebong yang selama ini tidak diperhatikan untuk bisa mengubah nasib rakyat.

Banteng: Kuy, Cebong. Gimana kalau kamu majunya bareng saya aja? Saya punya banyak teman lho. By the way, kamu harus hati-hati ya dengan Si Kadrun dan Kampret.

Kadrun: Dasar, Cebong! Mau aja dengerin Si Banteng. Belum tentu lho Banteng beneran suka sama kamu.

Kampret: Iya lho. Jangan mau kalau cuma jadi petugasnya Si Banteng.

Banteng: Sssstt. Diam kalian!


Baca Juga: PDIP PDIP dan Kenangan Ganjar

Tarung Celeng vs Banteng PDIP

Cebong pun akhirnya berhasil berkuasa. Namun, seiring berjalannya waktu, Cebong dan Banteng merasa tidak cocok dengan satu sama lain. Mungkin, metamorfosis yang dialami Cebong membuat keduanya semakin tidak akrab.


Banteng: Cebong, kamu itu ya mbok dengerin curhatanku. Wong saya ini yang bantu kamu dulu lho.

Cebong: Tapi kok saya sekarang ngerasa aneh ya?

Banteng: Aneh kenapa?

Ce…: Ndak tahu ini kenapa.

Banteng: Lho, lho, kamu siapa?

Celeng: Ini aku yang baru, Banteng.

Banteng: Lho, kok jadi Celeng? Bukannya Cebong harusnya jadi Kodok ya kalau udah besar? Hah, dasar Barisan Celeng!

(A43)

Baca Juga: Relawan Jokowi Pecah, Ganjar Menguat?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait