Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Risma “Hancurkan” PDIP?

Risma “Hancurkan” PDIP?


A43 - Monday, November 30, 2020 6:00
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) (tengah), Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (dua dari kiri), dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto (dua dari kanan) berpose bersama dalam sebuah kegiatan kampanye Pilkada Surabaya 2015. (Foto: Kabar Surabaya)

0 min read

“I done made the hot chart, 'member I used to trap hard. Livin' like a rockstar, I'm livin' like a Rockstar” – 21 Savage, penyanyi rap kelahiran Inggris


PinterPolitik.com

Mungkin, sudah menjadi rahasia umum bahwa sebuah perebutan atau persaingan sering kali berakhir hostile di antara pihak-pihak yang terlibat. Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, misalnya, saling caci maki dan komplain satu sama lain pun terjadi lho.

Apa yang terjadi di Pilpres 2019 ini bisa aja juga terjadi di pertarungan-pertarungan lainnya, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang pemungutan suaranya akan dilakukan pada 9 Desember nanti. Namanya juga politik ya – pasti selalu melibatkan benturan-benturan seperti ini nih.

Benturan yang terbaru nih terjadi di arena politik Pilkada Surabaya 2020. Pasalnya, beberapa waktu lalu, tersebar viral sebuah video yang di dalamnya terdapat sejumlah orang menyanyikan lagu yel-yel yang berseru, “Hancurkan Risma!”

Wah, ada apa nih ya? Bukannya Ibu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) udah nggak ikut berpartisipasi sebagai peserta yang memperebutkan tampuk kepemimpinan tertinggi di ibu kota Jawa Timur itu ya?

Usut punya usut nih, sepertinya ada yang sakit hati dengan dinamika Pilkada Surabaya nih, khususnya di internal sebuah partai berlambang kepala banteng sendiri, yakni PDIP. Pasalnya tuh, sebelum PDIP akhirnya memutuskan untuk mendukung Eri Cahyadi-Armuji sebagai pasangan calon kepala daerah di Surabaya, ada Whisnu Sakti Buana yang disebut-sebut juga ingin maju jadi calon.

Namun, nasib dan takdir berkata lain. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lebih memilih Eri-Armuji – pasangan calon yang disebut-sebut didukung oleh Bu Risma. Hmm.

Alhasil, muncul tuh kelompok yang menamai diri mereka sebagai Banteng Ketaton dan mendukung kubu lawan Machfud Arifin-Mujiaman. Bahkan, ada juga lho kader PDIP yang sampai dipecat sama DPP PDIP. Waduuh, pantesan aja tambah sakit hati.

Hmm, mungkin nih, daripada berantem di dalam rumah sendiri ya, Bu Risma perlu nih ajak ngobrol pada kader PDIP yang dianggap “membelot” ke kubu seberang. Kan, susah damainya kalau saling ngotot sama calon dukungan masing-masing.

Apa Bu Risma yang maksain biar Bu Mega dan DPP PDIP ngedukung Eri-Armuji ya? Lagipula, banyak yang bilang Eri ini memiliki latar belakang yang mirip dengan Risma, yakni dari kalangan birokrat.

Padahal, Pak Whisnu kabarnya udah lama lho di PDIP. Ayahanda dari Pak Whisnu sendiri adalah salah satu orang yang berjasa buat partai itu, yakni Soetjipto Soedjono.

Wah, apa jangan-jangan Bu Risma udah kena star syndrome nih? Kan, banyak tuh orang-orang yang sudah mendapat pujian sana-sini dan menjadi populer malah akhirnya lupa diri. Sudah bukan rahasia lagi kalau Bu Risma kan kader outsider PDIP. Hehe.

Wah, kalau begini caranya, gimana ya nasib Bu Risma kalau di Surabaya saja sudah terpecah belah gini? Kan, dengar-dengar, Bu Wali Kota mau dimajukan sebagai calon gubernur di DKI Jakarta – entah jadi apa nggak nih. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait