Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Prabowo Pilih Puan atau Ganjar?

Prabowo Pilih Puan atau Ganjar?


A43 - Thursday, November 12, 2020 6:40
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyapa pendukungnya pada April 2019 lalu. (Foto: EPA)

0 min read

“We need to get you a running mate that softens you up” – James Sullivan, The Politician (2019-sekarang)


PinterPolitik.com

Bagi mereka yang doyan seri atau film yang bertemakan politik, sebuah seri yang berjudul The Politician (2019-sekarang) mungkin bukanlah hal yang asing lagi. Seri yang ber-genre drama dan komedi itu mengisahkan perjalanan karier politik Payton Hobart – sejak masih duduk di bangku sekolah hingga menjadi senat di sebuah negara bagian Amerika Serikat (AS).

Tentu saja, guna mengembangkan karier politiknya, Payton harus mengatur segala aspek dalam kehidupannya, seperti hubungan pertemanan hingga asmaranya. Selain itu, sosok yang diperankan oleh Ben Platt ini juga harus mengukur langkah-langkah politiknya.

Gimana nggak? Si Payton ini punya mimpi agar dirinya dapat menjadi Presiden AS pada suatu hari nanti. Tentu saja, langkah-langkah dini perlu diperhatikan secara teliti olehnya.

Langkah yang penting tersebut, misalnya, adalah ketika Payton memutuskan untuk menjadi student body president di sekolahnya. Ini terjadi ketika dirinya dan timnya harus menentukan siapa sosok yang akan maju bersamanya sebagai calon wakil.

Sejumlah perhitungan keuntungan dan kerugian pun dilakukan oleh Payton dan timnya. Alhasil, dengan sejumlah pertimbangan, pilihan itu jatuh pada Infinity Jackson yang menurut mereka mampu menarik suara dari kalangan siswa-siswa berkebutuhan khusus.

Bukan nggak mungkin nih, mimpi yang dipunyai oleh Payton untuk menjadi Presiden AS suatu hari nanti ini juga dimiliki oleh seorang politikus di Indonesia lho, yakni Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Ketua Umum Partai Gerindra itu sebenarnya juga sudah beberapa kali lho berkompetisi dalam perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) – mulai dari tahun 2009 ketika maju sebagai calon wakil presiden (cawapres), tahun 2014 sebagai calon presiden (capres), dan tahun 2019 ketika kembali melawan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski beberapa kali gagal menduduki kursi presiden, Prabowo kini disebut-sebut menjadi salah satu capres potensial untuk tahun 2024 oleh sejumlah lembaga survei. Bahkan, sang Menhan kerap menjadi capres yang paling populer lho.

Namun, bukan nggak mungkin Pak Prabowo bakal dapat penantang nih. Pasalnya, dalam salah satu survei yang dilakukan Indikator Politik, posisi sang Menhan tersalip lho oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Hmm. Ya, meskipun Pak Prabowo tetap nomor satu di survei-survei lainnya, Ganjar ini bisa jadi perlu diperhatikan sih sama beliau. Alih-alih menjadi lawan, sebuah usulan menarik pun muncul, yakni agar Pak Prabowo dan Pak Ganjar berpasangan pada tahun 2024 nanti.

Widih, bakal jadi duet maut tuh. Usulan yang datang dari seorang pengamat politik yang bernama Rustam Ibrahim ini nggak dapat dipungkiri bisa aja terjadi sih.

Seperti biasa, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Pak Prabowo yang sebelumnya merupakan lawan politik bagi Presiden Jokowi saja kini bisa masuk dalam pemerintahan. Hehe.

Meski begitu, bila duet maut ini benar terwujud, Prabowo bukan nggak mungkin harus mikirin kemungkinan koalisi yang dapat terbangun antara partainya dengan PDIP sejak awal periode kedua pemerintahan Jokowi. Gimana nggak? Kan, kedua partai ini terlihat erat semenjak itu.

Bahkan, asumsi bahwa Prabowo nanti akan menggandeng PDIP menyeruak lho – khususnya Ketua DPR Puan Maharani. Ada yang bilang kalau Puan ini tengah disiapkan lho untuk menjadi pengganti Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Namun, kembali lagi seperti Payton tadi, Prabowo bisa aja perlu lah ya mempertimbangkan kembali siapa sosok cawapres yang akan dipilihnya. Bila Payton akhirnya memilih Infinity, bukan nggak mungkin Pak Prabowo juga perlu tuh mempertimbangkan potensi kemenangananya – entah dengan Pak Ganjar atau Bu Puan.

Lagipula, bila dibandingkan nih ya, elektabilitas Bu Puan ini bisa jadi masih terbilang jauh sih dengan Pak Prabowo – serta dengan Pak Ganjar juga. Dalam survei Indikator Politik kemarin, misalnya, Puan jauh berada di peringkat sebelas. Sementara, Prabowo dan Ganjar berada di puncak klasemen.

Belum lagi nih ya, banyak kontroversi dan polemik yang menyertai Bu Puan. Ini terlihat dari bagaimana publik kemarin menyoroti aksi Puan yang mematikan mikrofon ketika salah satu anggota DPR tengah berbicara. Selain itu, Ketua DPR itu disebut pernah membuat pernyataan kontroversial mengenai Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Wah, kalau begitu, kira-kira Pak Prabowo jadinya bakal menggandeng siapa ya? Apakah pilihan jatuh ke Bu Puan atau Pak Ganjar? Mungkin, Pak Menhan perlu nonton juga The Politician. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait