Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Penantian Mahfud ‘Bongkar’ Akidi Tio

Penantian Mahfud ‘Bongkar’ Akidi Tio


A43 - Tuesday, August 3, 2021 15:00
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyerahkan Laporah Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Desember 2019 lalu. (Foto: Antara)

0 min read

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berharap bahwa kabar donasi Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio benar adanya. Tidak selang lama, anak Akidi Tio dikabarkan diperiksa oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel).


PinterPolitik.com

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai ini, terkadang kita dibuat sadar bahwa orang-orang yang kita sayangi – seperti keluarga – adalah hal yang terpenting dalam hidup kita. Tidak jarang, aku juga teringat sekilas dengan memori-memori sebelum merantau – ketika kami sekeluarga bisa bercanda gurau sambil bermain sejumlah permainan papan.

Ya, sebelum gawai-gawai mudah didapatkan, banyak kok permainan papan yang bisa dimainkan bersama keluarga dan teman-teman. Salah satunya adalah permainan Monopoli. Biasanya tuh, aku dan adik-adikku ketika masih kecil suka bermain permainan papan satu ini.

Rasanya keren aja gitu. Meskipun masih anak-anak, kita udah bisa beli aset-aset mahal – mulai dari perumahan sampai hotel di berbagai belaham dunia. Tapi, bakal ngeselin sih kalau lagi apes dan masuk penjara. Ya, se-enggak-nya, permainan ini bisa membuat kita merasa “kaya” dalam waktu seketika – meskipun bukan uang beneran ya. Hehe.

Selain Monopoli, ada juga kok gim video yang bisa bikin kita kaya. Namanya The Sims tuh. Tinggal masukkan kode “motherlode”, sim kamu langsung bergelimang harta tuh. Hehe.

By the way nih, ngomongin soal uang alias duit, aku selalu berandai-andai dan membayangkan kalau suatu hari nanti aku bisa bergelimang harta beneran (oke ini masih imajinasi ya). Hmm, tentu, uangnya bukan (hanya) untuk dihabiskan belanja dan beli PlayStation (PS) 5 dong, tapi juga buat disumbangkan kepada yang membutuhkan – apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Soalnya tuh, beberapa waktu lalu, ada kabar yang bilang kalau keluarga Alm. Akidi Tio memutuskan untuk mendonasikan Rp 2 triliun kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) yang ditujukan untuk penanganan pandemi. Sampai-sampai nih, berita itu viral di media sosial (medsos) lho. Katanya, mendiang Akidi Tio ini merupakan seorang pengusaha asal Aceh yang bergerak di sejumlah bidang.

Hampir semua percaya lho, gaes, kecuali satu orang, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. “Semoga yang Akidi Tio ini nyata,” cuit Pak Mahfud di akun Twitter pribadinya.

Di Twitter-nya, Pak Mahfud juga cerita tuh soal pengalaman beliau kala dulu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan). Katanya, pas itu, Pak Mahfud pernah diberitahu orang kalau orang tersebut punya uang lembaran USD 1.000 sekoper lho.

Baca Juga: Pinta Cinta Buta Mahfud

Mahfud MD Twitter Sinetron

Nah, pas ditanya ke Bank Indonesia (BI), Pak Mahfud bilang kalau mereka malah ketawa. Kenapa? Ya, karena Amerika Serikat (AS) mencetak uang kertas paling besar nilainya ya USD 100.

Hmm, gimana ya, gaes? Di titik ini, aku sebenarnya bingung sih orang BI-nya ngetawain orang yang bilang punya lembaran uang tadi atau malah Pak Mahfud. Tapi ya, ya udahlah ya. Biarin ajalah ya. Hehe.

Nah,terlepas dari persoalan uang USD 1.000 tadi, ternyata, oh, ternyata nih, selang beberapa waktu dari cuitan Pak Mahfud, beredar kabar bahwa anak dari mendiang Akidi Tio sedang menjalankan proses pemeriksaan di Polda Sumsel. Sontak, langsung ramai tuh di medsos – sampai jadi trending topic di Twitter.

Ada yang menduga kalau ternyata kabar donasi itu hanyalah kabar palsu. Ada juga yang bilang kalau uang tersebut masih ada di luar negeri. Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, misalnya, mengatakan kalau dana tersebut berada di bank Singapura.

Waduh, semoga aja uangnya ada beneran ya, gaes. Soalnya, lumayan tuh kalau donasi itu bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai lah uangnya yang diberikan ternyata hanya uang ala Monopoli. Hehe.

Ya, meski kabarnya masih simpang siur soal benar apa nggak-nya kabar status tersangka terhadap putri mendiang Akidi Tio, bukan nggak mungkin, Pak Mahfud ini udah punya pengalaman soal dibohongi kali ya? Instead of langsung percaya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mau menunggu secara pasti dulu.

Mungkin nih, Pak Mahfud dulu jago banget kali ya kalau bermain permainan papan Monopoli. Buktinya, sekarang bisa bedain mana uang yang asli dan palsu – terlepas dari lembaran USD 1.000 tadi ya. Hehe.

Atau, mungkin nih, Pak Mahfud takut kena PHP (pemberi harapan palsu) lagi kali ya? Soalnya, aku ingat banget tuh dulu Pak Mahfud sempat hampir fix jadi calon wakil presiden (cawapres) tuh. Hehe [colek Presiden Joko Widodo (Jokowi)]. Canda kok, Pak. Hihi. (A43)

Baca Juga: Bila Mahfud Jadi Penulis Sinetron


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait