HomeCelotehPDIP Ikut Usir Dubes Saudi

PDIP Ikut Usir Dubes Saudi

“Setiap orang yang ikut campur dalam kritik tanpa menghasilkan sesuatu sendiri adalah orang yang tidak jujur.” ~Jules Janin


PinterPolitik.com

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al Shuaibi, menjadi sorotan setelah cuitannya menyebut Reuni Aksi 212 adalah acara bersatunya umat Islam untuk menyuarakan aksi pembakaran bendera tauhid oleh organisasi sesat. Kaget loh aku… Kok bisa-bisanya doi bilang begitu? Dibisikin setan apa? Astagfirullah…

Hmm, aneh banget sih. Orang Reuni Aksi 212 itu acara pertemuan para pendukung Prabowo….

Kalian masih inget nggak sih gaes soal kasus pembakaran bendera tersebut? Konon bendera yang dibakar itu kan bendara HTI yang bertuliskan kalimat tauhid. Terus yang membakar juga dari GP Ansor, organisasi yang bernaung di bawah PBNU. Masa dibilang organisasi sesat? Doi nggak tahu ya kalau masyarakat kita ‘katanya’ kebanyakan orang NU? Fix, bikin bete sih ini. Hehehe.

Lagi pula yang melakukan juga sudah minta maaf, mengklarifikasi, dan sudah diberi sanksi hukum pula. Kenapa juga mesti dikaitkan dengan reuni aksi 212. Terus yang konyolnya lagi, kenapa juga mesti ikut campur dengan dapur politik dalam negeri kita? Hmm…

Ada kepentingan apa Dubes Arab Saudi ikut komentar soal Reuni Aksi 212? Click To Tweet

Sebelumnya, PBNU dan Banser menuntut agar Osama meminta maaf dan diusir dari Indonesia. Sekarang giliran PDIP yang maju untuk meminta agar Kerajaan Arab Saudi memulangkan dan mengganti Osama.

Ketua DPP PDIP Hamka Haq menilai Osama telah mencampuri urusan dalam negeri bangsa Indonesia, melanggar kode etik serta prinsip diplomatik.

Hamka menuturkan Osama secara implisit telah menuduh Gerakan Pemuda Ansor, selaku organisasi yang bernaung di bawah ormas Islam terbesar di Indonesia PBNU sebagai organisasi yang sesat.

Baca juga :  Erdoğan, Anak ‘Nakal’ di NATO?
- Advertisement -

Tuduhan implisit itu, kata dia, berpotensi mengganggu hubungan baik yang selama ini sudah terjalin, bukan hanya antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Saudi Arabia, tetapi juga antara bangsa Indonesia dengan bangsa Saudi Arabia.

Lebih dari itu, PDIP juga meminta agar Duber Arab Saudi yang baru lebih memahami kode etik diplomatik dan menghargai, serta tidak mencampuri urusan dan kedaulatan pemerintah Indonesia. (E36)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Jaksa Agung, Terobosan atau Cari Perhatian?

Jaksa Agung ST Burhanuddin akan menerbitkan surat edaran (SE) untuk melarang terdakwa di persidangan tiba-tiba mendadak religius dengan menggunakan atribut keagamaan. Apakah ini sebuah...

Jika Andika Hadapi Invasi IKN

Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto sebut IKN Nusantara rentan bila kena invasi. Sementara, Panglima TNI Andika sebut alutsista masih kurang.

Erdoğan, Anak ‘Nakal’ di NATO?

Meski Amerika Serikat (AS) dukung bergabungnya Finlandia & Swedia ke NATO, Erdoğan di Turki bersikeras menolak. Apa Turki anak 'nakal' NATO?

Gibran Pilih Ganjar atau Jokowi?

Presiden Jokowi sudah memperbolehkan tidak menggunakan masker di area terbuka. Menariknya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka justru meminta tidak terburu-buru dan masih menunggu...

Cak Imin Belah Dua NU?

Dalam akun Instagram @cakiminnow, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sempat mengunggah kaos bertuliskan “Warga NU Kultural Wajib ber-PKB, Struktural, Sakarepmu!”. Apakah...

Puan Maharani Melawan Takdir?

Ketua DPR RI Puan Maharani sebut karier politiknya bisa seperti sekarang bukan karena semata cucu Soekarno. Apa Puan melawan takdir?

Ada Apa dengan Puan dan Mikrofon?

Ketua DPR RI Puan Maharani dikabarkan kembali matikan mikrofon ketika terjadi interupsi. Kali ini, giliran politikus PKS bernama Amin AK.

More Stories

Abdi Negara Terbelenggu Kemiskinan?

"Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri…” ~Lirik Lagu Oemar Bakri -  Iwan Fals PinterPolitik.com Jadi pegawai negeri itu merupakan impian banyak orang. Pokoknya jadi PNS itu...

Luhut Panjaitan Memeluk Orba

"Luka tidak memiliki suara, sebab itu air mata jatuh tanpa bicara." ~Dilan 1990 PinterPolitik.com Orde Baru masih menjadi sejarah yang amat menakutkan dari sebagian besar masyarakat....

Ma’ruf Amin yang Terbuang?

"Sebagai kekasih, yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah. Menahan setiap amarah…” ~Lirik Lagu Kekasih yang Tak Dianggap – Kertas Band PinterPolitik.com Jika di dunia...