HomeCelotehPak Joko, Tau Cermin Di mana?

Pak Joko, Tau Cermin Di mana?

“Siapa yang Hancurkan Jalan Disini? Cepat Perbaiki Jalanan Itu! Kalau Engga….,” ujar Pak Joko.


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]K[/dropcap]alau engga kenapa emang pak?” sahut pria parubaya terdengar sayup kecil menghampiri dengan sepeda motor bututnya.

Pak Joko dan rombongan terperanga dengan kelancangan pria parubaya itu.

“Saya bisa beri tahu Bapak siapa pelakunya, tapi saya takut nanti disangka asal ngomong malah kena imbasnya. Saya cuma rakyat kecil, pak,” ujar pria itu.

Dengan gagah dan karisma yang dibuat – buat Pak Joko menjawab, saya kan Presiden jadi saudara tidak perlu takut, katakan saja siapa pelakunya nanti kalau bisa menjawab saya akan berikan sepeda dan sertifikat tanah.

Ekspresi pria ini datar. Lalu tak lama pria ini  dengan malu – malu memberanikan diri berbicara lagi.

“Saya sebenarnya tidak butuh sepeda. Apalagi sertifikat tanah, tanahnya aja ga punya. Tapi hadiahnya bisa ditukar tidak pak? Saya ingin memperbaiki sepeda motor saya,” jelas pria itu.

Ternyata sepeda motor pria parubaya ini hanya mengalami kerusakan pada bagian kaca spion yang sudah pecah. Lalu, Pak Joko pun membelikannya yang baru dan langsung memasangkannya. Setelah itu, tiba-tiba Ibu negara memberikan kode bahwa rambut Pak Joko berantakan, tak lama Pak Joko numpang bercermin untuk merapikan rambut.

“Sepeda motormu sudah saya perbaiki. Cepat jawab siapa pelakunya,” tanya Pak Joko.

Dengan perlahan, pria parubaya ini justru mempersilahkan Pak Joko kembali menghampiri kaca spion sepeda motornya. Tapi bukan untuk merapikan rambut, tapi pria parubaya ini membisikkan bahwa sedari tadi pelakunya seperti bertanya pada dirinya sendiri di depan cermin ini.

Ternyata memang yang menyebabkan jalanan rusak itu ialah proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KEMENPUPERA)  RI. Kerusakan jalan ini diakibatkan oleh adanya penggarapan Metropolitan Sanitation Management and Health Project (MSMHP) Kota Medan yang terpaksa dihentikan.

Akhirnya Pak Joko sebagai Presiden, tersipu malu. Sebelumnya ia sempat menyinggung, memprotes bahkan mengancam tentang kerusakan jalan, sedangkan yang sebenarnya bermuara akibat ulah proyek Menteri PUPR yang berada di bawah naungan Presiden.

Pelajarannya bagi Pak Joko, buat blusukan lebih bermanfaat dan jangan cuma manis sebagai media darling, tapi tahu masalahnya, sumber masalahnya dan penyelesaian masalahnya.

(Z19)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Wali Kota Depok ‘Biduan Lampu Merah’

"Kualitas humor tertinggi itu kalau mampu mengejek diri sendiri. Cocok juga ditonton politisi. Belajar becermin untuk melihat diri sendiri yang asli, " - Butet...

DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’

“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi...

Ridwan Kamil Jiplak Jurus Jokowi

“Untuk melakukan hal yang buruk, Anda harus menjadi politisi yang baik,” – Karl Kraus PinterPolitik.com Pemindahan Ibukota masih tergolong diskursus yang mentah karena masih banyak faktor...