Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Nyinyir Politik di Nikahan Ayang

Nyinyir Politik di Nikahan Ayang


A27 - Wednesday, November 8, 2017 14:44
keluarga-joko-widodo_20171107_212403||setnov_20171108_101303

0 min read

Namanya Presiden, urusan rabi bisa sepolitis itu, lho.






PinterPolitik.com 

[dropcap]D[/dropcap]i manapun, siapapun, dan mau kapanpun itu, pernikahan pasti rumit. Tak terkecuali bagi Presiden Jokowi. Malah, untuk sang Presiden, kerumitannya bisa berkali-kali lipat dibandingkan kita-kita ini, rakyat jelata.

Apa sebab? Ya, karena acara manten saja bisa jadi sumbu debat, komentar, bahkan juga nyinyir, baik dari para haters maupun pendukungnya. Mau bagaimana pun upacara perkawinan putri Jokowi, berlangsung, ia bisa jadi serangan politis.

Dimulai dari tamu-tamu undangannya yang sebagian diisi oleh klan dan pejabat-pejabat royal. Sebut saja Anies Baswedan, pendekar alias Gubernur DKI Jakarta baru, Klan Yudhoyono mantan Presiden RI beserta anak dan handai taulan, hingga Cak Imin yang tebar senyum sana -sini. Dari kehadiran mereka saja, penonton sudah sok menerjemahkan adanya taktik strategi koalisi antik. Padahal, siapa tahu tamu-tamu agung ini datang ya memang untuk icip-icip kudapan pesta dan silaturahmi.

Nah, nyinyiran nyelekit ala haters kali ini datang dari duo silet Wakil Ketua DPR, Pak Fadli dan Fahri Hamzah. Ya, bisa jadi mereka iri sebab tak sampai undangannya. Ya, barangkali lho, ya.

 



Twit Pak Fadli memang terkesan biasa saja, tidak mendalam sama sekali. Tapi di sana terkandung makna jika seolah-olah, prestasi Jokowi ini adalah perkara menikahkan anak saja. Ndilalah..

Itu baru komentar dari Pak Fadli Zon, wakil ketua DPR lainnya, lord Fahri Hamzah, juga tak ketinggalan ikut komentar dan nyinyir. Menurut bliyo, pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution harusnya dilakukan sederhana dan pesta kecil saja. Cukup diumumkan lewat Twitter atau vlog (video blog).

Komentar ngawurnya ini, ternyata dinotis langsung oleh yang punya hajat, Presiden Jokowi. Menurutnya, hajatan pernikahan putrinya adalah hajatan ala orang kampung yang tidak mewah. Ehem Pak, orang kampung mana sih yang menyebar undangan sampai 8000 tamu plus relawan-relawannya pula?

Yah, bagaimana pun itu, pernikahan putri Pak Jokowi adalah sebuah bukti sahih, kalau dalam politik, semua bisa dijadikan serangan. Termasuk ya pernikahan Kahiyang, anaknya. Tapi ada yang paling penting lagi, pernikahan Kahiyang ini, bisa kita lihat juga sebagai alarm, betapa DPR kita itu sudah sangat memprihatinkan, kalau tak mau dibilang malu-maluin.

[caption id="attachment_15823" align="aligncenter" width="700"] #PapaMintaBantal Setya Novanto (sumber: NET TV)[/caption]

Sebab, selain duo silet Wakil Ketua DPR yang ngawur cocotnya ngurusin nikahan, ketua DPR-nya sibuk memenuhi panggilan KPK sampai ketiduran di nikahan orang #PapaMintaBantal. (A27)

Berita Terkait