Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Ngabalin: Pembuktian Mahfud MD?

Ngabalin: Pembuktian Mahfud MD?


A43 - Tuesday, January 12, 2021 18:30
Tenaga Ahli Utama (TAU) Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. (Foto: JPNN)

0 min read

“Pray the real live forever, man. Pray the fakes get exposed” – Drake, penyanyi rap asal Kanada


PinterPolitik.com

Beberapa waktu lalu, bangsa Indonesia kembali berduka, khususnya dunia dirgantara. Di awal tahun 2021 ini, pesawat milik maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 dikabarkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu – di utara DKI Jakarta – setelah lepas landas.

Panjatan doa dan ucapan belasungkawa pun berdatangan untuk korban dan keluarga. Berbagai pembicaraan di publik dan media juga sebagian besar banyak diisi dengan update informasi atas pencarian puing-puing Sriwijaya Air SJ 182.

Chrissy Teigen – istri penyanyi John Legend dan model ternama asal Amerika Serikat (AS), misalnya, menyoroti kabar kecelakaan pesawat yang menurutnya terlalu sering terjadi di Indonesia. Bahkan, kata selebriti itu, pemerintah Indonesia perlu peduli atas perlindungan dan keselamatan warganya yang menjadi penumpang pesawat.

Lha, gimana nggak? Banyak pihak kini menyoroti serangkaian regulasi yang dianggap memperbolehkan penggunaan pesawat-pesawat dengan usia yang cukup tua. Alhasil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pun bilang kalau ini jadi momentum buat pemerintah Indonesia untuk memperbaiki keamanan penerbangan.

Tapi nih, ngomong-ngomong, di tengah diskusi dan perdebatan soal keamanan penerbangan di Indonesia, Tenaga Ahli Utama (TAU) Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mendapatkan sorotan atas cuitannya terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut. Ngabalin melalui akun Twitter-nya mengunggah sebuah foto berisikan pesawat yang tengah menukik – sambil menuliskan doa dan ucapan belasungkawa dalam caption.

Baca Juga: Sri Mulyani dan "Balapan Utang”

Giliran Ngabalin Kena UU ITE

Yang namanya warganet ya, langsung tuh ngomentarin akun @AliNgabalinNew. Akun @KRMTRoySuryo2 milik mantan Menteri Pendidikan dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo yang juga merupakan pakar telematika, misalnya, menyebutkan bahwa foto yang diunggah tersebut merupakan foto edit-an sehingga dinilai menjadi hoaks atau berita bohong.

Alhasil, Pak Ngabalin pun keliatannya panik. Cuitan Twitter yang berisikan foto tersebut itu langsung dihapus. Akun @AliNgabalinNew langsung tuh mengeluarkan cuitan klarifikasi. Wah, ditunggu ya klarifikasi lanjutannya di podcast-nya Deddy Corbuzier. Hehe.

Hmm, dengan berbagai dugaan hoaks gini, mungkin nggak ya Pak Ngabalin ini akhirnya terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)? Biasanya tuh, pemerintah pasti langsung gerak cepat tuh kalau menemukan hoaks. Sebut saja kala Ratna Sarumpaet dulu ditemukan menyebarkan berita bohong.

Mungkin, inilah kesempatan yang pas nih buat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Kalau seinget kita sih, Pak Mahfud di akhir tahun 2020 kemarin mengumumkan bahwa polisi siber bakal aktif di tahun 2021. Jadi, kapan nih Pak Ngabalin ditindak, Pak Mahfud? Hehe.

Tapi nih, kalau kata Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati kala diwawancarai PinterPolitik.com, pemerintah biasanya gerak cepat (gercep) kalau yang bikin hoaks adalah oposisi. Kalau yang bikin adalah bagian dari pemerintah, lantas gimana ya? Hehe. (A43)

Baca Juga: Anies Tak Mau Tersalip Lagi


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait