HomeCelotehNadiem Bertemu Senior Pendidikan

Nadiem Bertemu Senior Pendidikan

“Katamu kau tak kuasa, menahan gejolak di dalam dada yang membara menahan rasa, pertemuan kita nanti,” – Dewa 19, Kangen


PinterPolitik.com

Selamat ulang tahun Muhammadiyah. Ya, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu baru saja merayakan Milad-nya yang ke-107 beberapa waktu lalu di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Semoga Muhammadiyah terus konsisten jadi ormas yang berkontribusi buat bangsa ini ya.

Nah, di gelaran Milad Muhammadiyah tersebut, jelas dong ada kehadiran pejabat-pejabat dan tokoh-tokoh penting negeri ini. Di antara para hadirin, ada sosok Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem yang tidak hanya hadir, tetapi juga memberikan sambutan di acara tersebut.

Kehadiran Pak Nadiem ini sendiri sebenarnya bisa dibilang cukup unik. Hal ini dikarenakan ketika mantan CEO perusahaan transportasi online ini dilantik jadi Mendikbud, cukup banyak nada ragu. Salah satu nada ragu itu muncul dari kader Muhammadiyah.

Bisa dibilang, Pak Nadiem hadir di acara tersebut seperti sedang dikenalkan kepada sosok-sosok yang lebih senior dalam mengurusi perkara pendidikan. Ya, sedikit banyak mirip seperti ospeklah, ada yang senior ada yang junior, meski gak sama persis. Apalagi, gelaran tersebut memang digelar di lingkungan kampus UMY.

Dalam kadar tertentu, Pak Nadiem kala itu memang tampil bak seorang junior yang harus berbicara di depan para seniornya. Malahan, Pak Nadiem dipanggil dengan sebutan “Mas” alih-alih “Pak” oleh ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Memang sih, panggilan itu diniatkan agar lebih akrab, tapi ya tetap saja ada kesan kalau Pak Nadiem jadi terdengar lebih junior dengan panggilan itu.

Tapi ya memang Pak Nadiem harus banyak belajar dari Muhammadiyah kalau urusan mengelola pendidikan. Ormas ini kan sudah bertahun-tahun diberikan pos menteri pendidikan oleh berbagai presiden. Selain itu, mereka juga punya banyak institusi pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jadi ya, memang mau tidak mau harus mau menerima apa saja yang dijadikan wejangan oleh ormas itu. Ya gak usah ngerasa kayak di-ospek juga, karena Muhammadiyah memang lebih kaya pengalaman untuk masalah pendidikan.

Di luar itu, kehadiran Pak Nadiem ini juga sebenarnya bisa dibilang gestur yang baik dari sang Mendikbud. Pak Nadiem ini kan memang punya program 100 hari awal untuk bertemu dengan para pakar di bidang pendidikan.

Nah, kehadiran Pak Nadiem ini bisa jadi langkah awal yang baik tidak hanya untuk bersilaturahmi tapi untuk mendapatkan masukan sebanyak-banyaknya dari dunia para pendidik.

Semoga baik Muhammadiyah dan Pak Nadiem sama-sama bisa berkontribusi terus ya buat pendidikan Indonesia. Pada akhirnya kita ucapkan selamat milad buat Muhammadiyah dan selamat bekerja buat Pak Nadiem! (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...